Pospapua.com
Menkopolhukam Wiranto saat berdialog dengan Tokoh Papua di Jayapura, Rabu (9/10). (foto : Humas Polda)
Nasional

Temui Tokoh, Wiranto Tegaskan Papua Tak Pernah Dianaktirikan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto tegaskan, Papua tidak pernah dianaktirikan oleh Pemerintah Pusat. Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian khusus untuk Papua agar lebih cepat maju.

Wiranto mencontohkan, pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh Pemerintah. Misalnya, pengembangan perbatasan negara, pelabuhan laut, pelabuhan udara hingga menyamakan harga pokok di Papua.

“Saya mendampingi Presiden (Jokowi), tidak pernah ada pemikiran menganaktirikan Papua. Bahkan beliau selalu menanyakan pembangunan di Papua, pembangunan infrastruktur,” kata Wiranto saat pertemuan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat di Jayapura, Rabu (9/10).

Wiranto menuturkan, kedatangannya di Papua merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap Papua. Presiden meminta segera adanya pemulihan fasilitas yang rusak, termasuk membangun persaudaraan dan kerukunan yang terusik di Wamena.

“Kami menyerap aspirasi para tokoh-tokoh dan masyarakat.  Sebenarnya kejadian kemarin (Wamena) tidak pernah kita inginkan, tapi itu sudah terjadi. Sekarang mari kita  bertekad jangan sampai terulang lagi,” tuturnya.

Saat ini, Presiden Jokowi tengah mencari jalan terobosan untuk mensejahterakan rakyat dengan membangun ekonomi. Dia pun setuju dengan aspirasi tokoh gereja yang meminta adanya tindak tegas bagi koruptor.

“Kami tidak pernah berhenti untuk memikirkan rakyat, bagaimana rakyat kita sejahtera, tentu untuk membangun negeri ini, membangun ekonomi, kesejahteraan perlu keamanan, kerukunan dan kedamaian,” ujarnya.

Wiranto menyakini tindakan kekerasan yang terjadi di Wamena bukan ulah penduduk asli masyarakat wilayah itu. “Saya yakin bahwa yang membuat tindakan kekerasan bukan masyarakat Wamena, tetapi orang yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan kekacauan di negeri ini,” katanya. (Asi)

Baca Juga:

Pengangguran dan Harga Kebutuhan Pokok Jadi Masalah Utama Pemerintah

hamim

Kemarau Panjang, 400 Hektar Padi Petani di Gunung Kidul Puso

Nethy Dharma Somba

Provokator Kerusuhan Buton Terdata, Situasi Keamanan Berangsur Kondusif

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment