Pospapua.com
Pelatihan pemandu wisata di Kota Jayapura. (foto: faisal narwawan)
Nusantara

Tarif Masuk Tempat Wisata di Jayapura Belum Tertib

Oleh: Faisal Narwawan |

Pospapua.com, Jayapura – Pengelolaan pariwisata khususnya objek pariwisata pantai di Kota Jayapura belum sepenuhnya dikelola Pemerintah Kota Jayapura, masih dikelola oleh pemilik hak ulayat tanah.

Pemkot Jayapura sampai saat ini terus berupaya agar obyek-obyek wisata tersebut tertib dalam menarik tarif bagi wisatawan.

Tarif pembayaran untuk menikmati indahnya pantai di Kota Jayapura juga menjadi perhatian, saat ini, tarif yang dibayar pengunjung untuk menikmati indahnya alam di Kota Jayapura masih belum tertib.

Selain tarif masuk, pengunjung juga diwajibkan membayar sejumlah uang, baik untuk sewa tempat dan lainnya.

Bahkan masih banyak pemalakan yang dilakukan oknum masyarakat luar. Fatalnya lagi mereka yang melakukan pemalakan kebanyakan bukan pemilik hak ulayat, tetapi orang lain dan sudah dipengaruhi minuman keras.

Hal tersebut diakui Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan pemandu wisata budaya di hotel Grand Abe, Abepura,  Selasa (25/6) pagi.

BTM sapaan akrab Wali Kota Jayapura ini pun bertekad agar pembayaran  tarif masuk tempat wisata di Kota Jayapura hanya sekali.

“Kami coba komunikasikan, tarifnya itu sekali masuk sekali bayar. Di Pantai Hamadi contohnya, jangan ada orang dari luar minta-minta  lagi, mabuk lagi, inikan membuat pengunjung  tidak  nyaman. Saya minta pemilik hak ulayat tak biarkan ini,” tegas BTM.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias B. Mano mengatakan, terkait hal tersebut Pemkot Jayapura masih terus berupaya.

“Tempat wisata di Kota Jayapura masih dikuasai, dimiliki masyarakat adat. Nah, ini bagaimana kita untuk berkolaborasi dengan masyarakat adat dan memberikan pemahaman tentang pengelolaan tempat wisata,” tambah Matias.

Dalam dua tahun ke depan, program Dinas Pariwisata Kota Jayapura kata Matias menyentuh langsung kepada pengelola tempat wisata.

“Seperti Hamadi, kami sudah panggil pengelolanya  dan berikan pemahaman, karena di situ tidak lagi menjadi jalan masuk ke tempat wisata tapi juga jalan umum. Jadi kita berbicara bagaimana nanti ke depan diterapkan sekali masuk sekali bayar,” jelasnya. (nds)

Baca Juga:

Ini Empat Poin Kesepakatan Warga Nabire Jaga Kedamaian

Syaiful

Lecehkan Pelinggih, 2 Turis Ceko Jalani Ritual Penyucian Pura

Syaiful

Ada Penambahan TPS, Pemilu Di Kampung Yammua Sempat Ditunda

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment