Pospapua.com
NU-Kota-Jayapura
Ketua NU Kota Jayapura, KH Kahar Yelipele. (foto : Achmad Syaiful/Pospapua.com)
Nusantara

Tak Perlu Jihad ke Papua, Umat Muslim Harap Menahan Diri

Oleh: Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Hoaks isu konflik ras dan agama dalam kerusuhan di Wamena yang disebar kelompok tak bertanggung jawab di media sosial telah meresahkan warga Kota Jayapura. Apalagi hoaks itu memicu ajakan jihad ke wilayah paling timur Indonesia.

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Jayapura, KH Kahar Yelipele mengimbau seluruh umat muslim di Papua maupun luar Papua agar menahan diri dan tak terprovokasi untuk berjihad ke Papua. Dia mengajak seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama bersama-sama memberikan imbauan menyejukkan agar masyarakat Papua tidak termakan hoaks.

“Saya imbau kepada semua umat muslim di Papua dan luar Papua agar menahan diri. Kami Papua tidak menginginkan terganggunya nilai-nilai toleransi yang terbangun selama ini. Hentikan gerakan dan ideologi yang tidak kami inginkan,” tegas Yelipele di Jayapura, Selasa (22/10).

Ketua Umum Masjid Raya Provinsi Papua ini menegaskan rangkaian kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 23 September 2019 lalu bukanlah konflik antar suku, agama, dan ras (SARA), seperti yang diisukan di media sosial. Namun kerusuhan itu adalah tindakan kriminal yang ditengarai kepentingan politik.

“Di Papua ini ada beragam suku, agama dan budaya. Perbedaan itu adalah salah satu Sunahtullah yang harus disyukuri seluruh seluruh orang di Papua dan saudaraku nasrani menyatakan itu adalah anugerah yang harus disyukuri,” katanya.

NU Kota Jayapura pun telah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglim TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar menindak tegas para perusuh yang telah menciderai rasa persaudaraan di Papua.  “Saya minta bapak Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak tegas para perusuh yang menciderai rasa persaudaraan kami di Papua,” tuturnya.

Yelipele juga meminta mahasiswa Papua di luar daerahyang eksodus ke Kota Jayapura dan beberapa kabupaten kota lainnya, agar segera kembali ke kota studi masing-masing. Sebab, pemerintah dan aparat keamanan telah memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa Papua di mana pun.

“Adik-adik mahasiswa, kalian adalah SDM (sumber daya manusia) yang kami siapkan untuk membangun Papua ke depan,” pesannya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Papua memastikan keberadaan Jamaah Tabligh di Papua untuk berdakwah, bukan berjihad ke Wamena, seperti yang diisukan oleh para pihak baru-baru ini.

Jamaah Tabligh berada di Papua selama 4 bulan. Mereka telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, untuk membantu mengkomunikasikan kegiatannya selama di Papua.

“Keberadaan 22 anggota Jamaah Tabligh yang dipimpin H. Nasir di Jayapura untuk melakukan dakwah dan syiar islam bagi umat muslim di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom,” kata Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw,  7 Oktober lalu. (Asi)

Baca Juga:

Gubernur Belum Dapat Data Ril Jumlah ODHA di Papua

Nethy Dharma Somba

Sarmi Diguncang Gempa Bumi Tektonik

Nethy Dharma Somba

Menteri Yasona Didemo Jurnalis di Manokwari

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment