Pospapua.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua dari kiri) saat meninjau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Jayapura, yang ludes dibakar massa, Selasa (10/9). (foto : Achmad Syaiful)
Nasional

Sri Mulyani Bangga, Petugas Bea Cukai Jayapura Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Senjata

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa bangga atas kesigapan petugas bea dan cukai Jayapura yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan peralatan dan senjata api saat kerusuhan di Jayapura, 29 Agustus lalu.

Pujian ini disampaikan Sri Mulyani saat meninjau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Jayapura, yang ludes dibakar massa pengunjuk rasa, Selasa (10/9).

“Pegawai bea dan cukai dengan sigap menyelamatkan peralatanya, termasuk senjata milik Bea dan Cukai yang ada di gudang bawah. Mereka menyelamatkan senjata saat terancam, jadi saya sangat bangga, Erikson dan Erik yang mengutakam kepentingan yang lebih besar daripada pribadi,” kata Sri Mulyani.

Selain meninjau jajaran Kantor Kementerian Keuangan yang terbakar, Sri Mulyani menjelaskan, dirinya memberikan dukungan moral kepada seluruh pegawai di jajarannya agar tetap melaksankan tugas dan memberikan pelayanan.

“Saya ingin memberikan dukungan moral bahwa ini adalah derah Indonesia, kita tentu melakukan evaluasi, bagaimana memindahkan fungsi pelayanan bea dan cukai agar tidak mengalami ganguan dengan adanya situasi ini ke kantor keuangan negara,”  tuturnya.

Sri Mulyani mengaku prihatin dengan kondisi jajaran kementerian keuangan yang menjadi sasaran amuk massa pengunjuk rasa. Dia pun telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum terkait kondisi ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU, karena beliau sudah melihat ke berbagai lokasi. Terpenting adalah fungsi pelayanan kementerian Keuangan baik itu bea cukai, pajak, kekayaan negara, perbendaharaan tetap berjalan tanpa gangguan, meskipun mereka tidak dalam kondisi yang gampang,”  ujarnya.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan anti rasisme di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, rumah warga, tempat usaha dan kendaraan bermotor ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus. Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi)

Baca Juga:

Kampanye Akbar Paslon Capres 02 di GBK

Nethy Dharma Somba

Putra Maimoen Zubair: Soal Kata “Kafir” Ungkapan Pribadi Moqshith

hamim

AILA Pertimbangkan Langkah Hukum Kepada Penuduh Hoaks

hamim

Leave a Comment