Pospapua.com
Foto udara lokasi pemukiman dan lahan transmigrasi di Desa Puncak, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (5/3/2019). Foto: Antara
Nasional News

Soeharto dan Jejak Kesuksesan Program Transmigrasi

Oleh: Suandri Ansah |

Transmigrasi berhasil melakukan pemerataan ekonomi dan pembangunan.

Pospapua.com, Jakarta — Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) menggelar Musyawarah Nasional ke-IV di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Membahas isu strategis transmigrasi dan peta jalan PATRI ke depan.

Ketua Umum PATRI, Sugiarto Sumas mengatakan bahwa program transmigrasi yang digahas Presiden Soeharto merupakan salah satu program pemerintah yang sukses dalam pemerataan ekonomi dan pembangunan.

“Sebagai orang transmigran biasanya di awal kita bekerja pada penduduk sekitar. Tapi setelah10 tahun insyaallah penduduk sekitar yang bekerja pada anak transmigran,” ujar Sugiarto, Rabu (13/3/2019).

Sugiarto lalu menceritakan kilas balik terbentuknya PATRI. Pada 16 Februari 2004, Menteri Transmigrasi Jacob Nuwawea, bertemu transmigran dari Kalimantan bernama Hasprabu, mendiskusikan pembentukan organisasi yang mewadahi anak-anak transmigran. Pembentukan tersebut mendapatkan dukungan Menteri, melalui Dirjen Joko Sidik Pramono.

“PATRI dimulai dari langkah kecil dua anak transmigran, Hasprabu dan Ahmadi menghadap Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi menyampaikan pembentukan organisasi,” kata Sugiarto.

Dia mengatakan, salah satu tokoh yang berjasa dalam perjalanan PATRI adalah Presiden Soeharto yang membuat program transmigrasi.” Karena beliaulah yang menggalakan program transmigrasi,” imbuhnya.

Menginjak usia ke-15 tahun ini, PATRI dianggap sudah mampu menyusun dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan program transmigrasi di masa mendatang. Beberapa organisasi lain turut menemani PATRI dalam perjuangannya, di antaranya Himpunan Masyarakat Peduli Transmigrasi, Persatuan Wredatama Transmigrasi, dan Yayasan Harapan Kita.

“Kehadiran Yayasan Harapan Kita kami anggap sangat strategis karena memiliki kedekatan ‘biologis’ dengan Bapak Presiden Soeharto, yang kita tahu sejak dulu dinobatkan Bapak Pembangunan dan Bapak Pembanguan Transmigrasi secara khusus,” katanya.

Pada kesempatan tersebut PATRI juga meminta Ketua Yayasan Harapan Kita, Siti Hardiyanti Rukmana menjadi pembina PATRI,” Sebagai ketua dewan pembina atau penasihat,” jelas Sugiarto. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

KPK Minta Anggota DPR Segera Serahkan LHKPN

hamim

Cara Pak Harto Menyusun Kabinet Pembangunan I-VII

Nethy Dharma Somba

Bupati Bantah 3.000 Pengungsi Keluar Wamena

Syaiful

Leave a Comment