Pospapua.com
Nasional

Soal Papua, Ketua DPR Khawatir Provokator Manfaatkan Situasi

Oleh: Muhajir |

Pospapua.com, Jakarta – Isu rasisme terhadap mahasiswa Papua hingga menimbulkan gejolak di Papua dan Papua Barat, membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) harap-harap cemas.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun merasa khawatir ada provokator memanfaatkan insiden Asrama Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang memantik unjukrasa berujung rusuh di Papua.

Dia meminta semua pihak -mulai aparat TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai elemen masyarakat- bisa menahan diri dalam menyikapi insiden tersebut.

“Jangan sampai para provokator memanfaatkan situasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Rabu (21/8).

Dia berharap insiden Papua tak melebar ke wilayah lain. Dia meminta agar warga Papua membuka pintu maaf atas insiden Malang dan Surabaya.

Bamsoet mengaku menyayangkan berbagai tindakan rasis dan diskriminatif yang sempat terjadi terhadap warga Papua. Dia yakin, kebesaran hati masyarakat Papua akan bisa memberikan maaf.

Dia juga berharap Bangsa Indonesia bisa memetik pelajaran atas peristiwa ini. Tidak boleh ada pihak yang merasa unggul dari saudara sebangsa lainnya, karena Indonesia adalah rumah besar bagi semua suku, agama, ras, dan golongan. Bukan milik salah satu kaum saja.

“Dari sejak awal perjuangan kemerdekaan hingga kini, Papua adalah bagian dari NKRI. Masyarakat Papua adalah masyarakat Indonesia, Tidak ada perbedaan, tidak ada perpecahan,” kata dia.

Bahkan pada tahun 1956 saat berpidato di Kongres Amerika Serikat, Bung Karno mengeluarkan pernyataan khusus untuk Papua. Bung Karno dengan tegas menyatakan Indonesia belum sempurna manakala Papua belum kembali ke pangkuan.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mendamaikan Tanah Papua. Dia pun berharap agar situasi Papua dan Papua Barat dapat kembali kondusif, aman dan damai seperti sebelumnya.

Bamsoet menambahkan, Wali Kota Malang, Wali Kota Surabaya, Gubernur Jawa Timur, serta jajaran pemerintah pusat sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Papua dan Papua Barat. “Insya Allah, berkat doa dan kerja sama semua pihak, Tanah Papua bisa kembali damai,” tutupnya. (EP/Asi)

Baca Juga:

Andi Arief: Prabowo Punya Hak Boikot

Firman

MUDP Setuju Program KB 4 Anak di Bali

Nethy Dharma Somba

Pesan KB PII, Jadikan Hasil Penghitungan KPU Rujukan Utama

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment