Pospapua.com
Pengungsi Wamena bergegas menuju Kapal Sinabung di Pelabuuhan Jayapura, yang akan membawanya ke kampung halaman, Rabu (9/10). (foto : istimewa)
News

Seribu Pengungsi Wamena Tinggalkan Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Seribu pengungsi Wamena memilih meninggalkan Papua dengan menumpang Kapal Motor (KM) Sinabung melalui Pelabuhan Yos Sudarso Jayapura, Rabu (9/10) sore. Ribuan pengungsi ini berasal dari berbagai daerah di luar Papua.

Berdasarkan data yang diperoleh Pospapua.com, sebanyak 1.145 pengungsi diberangkatkan melalui Pelabuhan Jayapura, sore tadi. Sebagian besar para pengungsi turun di Pelabuhan Makassar, sedangkan sisanya di Pelabuhan Bau-Bau, Ternate, Bitung, Tanjung Perak dan Tanjung Priuk.

Koordinator Penanganan Pengungsi Wamena, Yulius Palulungan saat dihubungi Pospapua.com, Rabu petang, membenarkan pemulangan seribu pengungsi Wamena keluar Papua. 625 pengungsi diantaranya berasal dari Toraja.

“Sudah tadi baru diberangkatkan dengan menggunakan Kapal Sinabung. Dari Toraja ada 625 orang, sisanya dari paguyuban lain,” terang Yulius yang juga Sekretaris Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua.

Menurut Yulius, pemulangan ini merupakan kemauan dari para pengungsi. Dia meyakini para pengungsi masih mengalami trauma akibat kerusuhan Wamena. “Mereka masih trauma, makanya memilih pulang ke kampung. Kemungkinan nanti kalau mereka sudah tenang ada yang kembali ke sini,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, sekitar 300 pengungsi asal Toraja saat ini masih ditampung di Gedung Tongkonan, Kotaraja, Kota Jayapura. Rencananya mereka akan diberangkatkan ke kampung halaman pada Jumat (11/10) mendatang.

“Kapasitas penumpang terbatas, maka itu pengungsi yang akan pulang ke kampung secara bertahap karena pemulangan mereka gratis,” kata Yulius.

Simon Pali, salah satu pengungsi asal Toraja memutuskan pulang ke kampung halaman karena sudah tidak punya tempat tinggal di Wamena. Meski demikian dia masih memiliki keinginan untuk kembali ke Wamena ketika situasi benar-benar aman dan nyaman untuk ditinggali.

“Rumah kami di Hom-Hom sudah habis dibakar, kami tidak punya tempat tinggal, hanya baju yang melekat ditubuh ini yang bisa kami selamatkan. Namun saya ada keinginan kembali ke Wamena,” kata Simon.

Dia menuturkan, dirinya akan mencoba menenangkan diri bersama keluarganya di kampung halaman. Dia pun  berharap situasi Wamena dapat segera kondusif. “Saya mau bawa anak-anak dulu untuk sekolah di kampung. Kalau sudah aman, baru saya kembali, tapi nanti dipertimbangkan dulu,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengaku telah bertemu dengan para pengungsi, tokoh masyarakat, pemuka adat, dan tokoh gereja di Wamena maupun Jayapura.

Dari pertemuan itu, dia menyimpulkan banyak masyarakat yang ingin tetap tinggal untuk melanjutkan kegiatan dan kehidupan yang telah dirintis bertahun-tahun di Wamena. Wiranto pun memastikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjamin keamanan masyarakat di Wamena. (Asi)

Baca Juga:

Meneropong Sisi Psikologis Seorang Teroris (1)

Fajar Subhan

Gempa 6,4 Magnitudo Guncang Maluku Tenggara Barat

Syaiful

LSI: Paslon 01 Didukung Muslim Moderat, 02 Didukung Konservatif

hamim

Leave a Comment