Pospapua.com
Tim Kuasa Hukum Capres 02 Prabowo Subianto yang mengajukan keberatan ke MK. (foto: istimewa)
Headline

Sengketa Pemilu di MK tidak Persoalkan Hasil Perolehan Suara

Oleh: Suyono Sugondo |

Pospapua.com, Jogjakarta – Mantan Ketua MK Mahfud MD menilai sidang sengketa Pemilu di MK, di luar dugaan, ternyata seluruh materi gugatan Pilpres 2019, yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandi, tidak menyinggung sedikitpun tentang hasil perolehan suara. Bahkan hampir seluruh gugatan yang dibacakan, dominan persoalan kecurangan, atau hal yang bersifat kualitatif.

Demikian, Mantan ketua MK Mahfud MD, mengamati sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jumat (14/6) hari ini.

Mahfud MD menyoroti kecurangan kualitatif yang dipaparkan tim hukum Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, justru menarik untuk diikuti.

Karena materi ini akan menjadi pintu masuk ke sejumlah perspektif, yang bisa jadi tidak mengarah pada jumlah perolehan suara, atau sengketa hasil rekapitulasi Pilpres 2019, atau tidak bakal ada adu data C 1.

“Yang menarik, hampir seluruh permohonan mengarah ke soal kualitatif (kecurangan). Adu data C1 yang dulu dijanjikan kini tidak lagi ada. Beberapa kontainer form yang dibawa KPU untuk adu data tampaknya tak perlu dibuka karena Pemohon tidak membawa data form yang akan diadu dengan data KPU. Fokusnya kecurangan,” tulis Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut tim hukum Prabowo cukup cerdik karena bisa mengarahkan sidang agar memeriksa kecurangan kualitatif.

“Tim Hukum Pemohon cukup cerdik memfait-accompli dan mengarahkan sidang agar memeriksa kecurangan (kualitatif). Mereka mengutip Yusril, Jimly, Saldi, Arief, saya, dan lain-lain yang mengatakan bahwa MK berwenang memeriksa kecurangan dalam proses pemilu demi mengawal konstitusi dan keadilan substantif,” lanjut Mahfud MD.

Hal ini, kata Mahfud MD, memang tak terelakkan. Pasalnya sejak November 2008, MK sudah mendeklarasikan diri mereka bukanlah ‘Mahkamah Kalkulator’.

“Bahwa MK berwenang memeriksa kualitas proses dan kecurangan itu sudah bagian dari hukum peradilan kita sampai dengan saat ini. Yang harus kita tunggu adalah bagaimana membuktikan curang TSM itu,” jelas Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, yang patut ditunggu adalah cara pemohon untuk membuktikan kecurangan yang diklaim Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).

“Dan bagaimana termohon dan terkait membuktikan bahwa kecurangan-kecurangan yang mungkin ada itu tidak TSM, tidak signifikan dengan selisih, atau tidak ada kaitan dengan hukum pemilu melainkan terkait dengan bidang lain seperti pidana atau AN. Kita tunggu,” paparnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menilai isi pokok materi permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sengketa Pilpres 2019 yang dibacakan tim hukum Prabowo – Sandiaga dalam sidang di Mahkamah Konstitusi bukan terkait permasalahan hasil pemilu.

Menurut Arief apa yang dibacakan pada materi pokok permohonan merupakan permasalahan proses pemilu yang tidak disangkakan kepada KPU selaku pihak termohon.

Sehingga, Arief merasa jika mendengar pokok materi permohonan gugatan tim jukum Prabowo, KPU tidak seharusnya menjadi pihak termohon yang disengketakan.

“Kalau melihat pembacaan sampai dengan skorsing pukul 11.15 WIB, kami merasa ya kami sebetulnya tidak harus ada di posisi termohon. Karena tidak ada yang diduga atau disangkakan ke kita,” kata Arief di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Arief justru menilai pokok materi permohonan yang dibacakan tim hukum Prabowo dalam persidangan justru lebih banyak mempersoalkan perkara proses pemilu.

Selain itu, tim Prabowo juga lebih banyak mempersoalkan hal-hal yang menyangkut paslon nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin selaku pihak terkait.

“Kebanyakan kan sengketa proses bukan karena KPU. Tetapi karena paslon yang lainnya. Faktanya yang disampaikan sampai dengan pukul 11.15 WIB seperti itu,” katanya. (sug/nds)

Baca Juga:

Rusuh Papua, Mabes Polri Tangkap Provokator Jaringan Luar Negeri

Syaiful

KPU Tetapkan Joko Widodo -Ma’ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

Nethy Dharma Somba

Persebaya Kalah di Kandang, Ribuan Suporter Mengamuk

Syaiful

Leave a Comment