Pospapua.com
Grup Qasidah Az Zahra saat tampil dalam pembukaan Pesparani Katolik Pertama di Papua, Kamis (14/11). (foto: Achmad Syaiful/Pospapua.com)
Headline Khazanah

Semangat Toleransi dari Pesparani Pertama di Papua

Oleh: Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katolik Pertama di tanah Papua, resmi dibuka, Kamis (14/11). Pembukaan ditandai dengan lantunan syair lagu Bahasa Cinta dengan iringan musik qasidah di Auditorium Uncen Jayapura.

Grup Qasidah Az Zahra dari Masjid Raya Jayapura tampil bersama dengan paduan suara Ave Maria Kota Jayapura dan GKI PNIEL Kotaraja. Lantunan syair bersahut-sahutan mulai menyanyikan lagu bahasa cinta, perdamaian hingga Pancasila Rumah Kita.

Salah satu anggota Grup Qasidah Az Zahra, Nurbaya menuturkan bahwa sebagai umat beragama yang hidup berdampingan di tanah Papua, tak perlu mempersoalkan perbedaan dalam beragama. Dia merasa bangga bisa tampil berkolaborasi dalam sebuah kegiatan non muslim.

Nurbaya mengaku telah menghabiskan latihan selama minggu dengan melibatkan 20 orang yang terdiri dari 14 perempuan dan 6 orang remaja laki-laki. “Ini kali pertama kami berkolaborasi dalam sebuah kegiatan non muslim dan kami sangat bahagia. Inilah keberagaman yang sesungguhnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani Katolik Pertama di Provinsi Papua, FX Mote mengatakan, pesan dalam Pesparani adalah ingin menunjukan Papua tanah damai dan tetap hidup berdampingan antar umat beragama dari segala ras, suku dan agama.

“Tema besar kegiatan ini adalah sukacita memuji Tuhan. Masyarakat dari seluruh agama di Papua menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari dengan damai,” jelasnya.

Pesta paduan suara gerejani katolik  atau Pesparani Pertama di Provinsi Papua dilaksanakan mulai 14 hingga 18 November 2019. Peserta Pesparani Pertama di Provinsi Papua diikuti oleh 14 dari 29 kabupaten/kota di bumi cenderawasih.

14 kabupaten itu meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Jayawijaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Merauke, Asmat, Mappi, Biak, Yahukimo, Kepulauan Yapen dan Waropen. Total 1.700 peserta dan official ikut dalam Pesparani I Papua.

Lomba Pesparani sendiri akan dilaksanakan pada 4 lokasi, yakni Gereja kristus Terang Dunia Waena, LPMP Kotaraja, Gereja PNIEL Kotaraja dan STFT Fajar Timur Abepura, dengan memperlombakan 13 mata lomba. Pemenang dalam Pesparani ini akan diikutkan dalam Pesparani Nasioanl II pada November 2020 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Asi)

Baca Juga:

Gawat, PDIP Coret Ahok Jika Pimpin BUMN

Syaiful

Pakar Psikologi: Hasil Quick Count Bisa Sebabkan Stress

Nethy Dharma Somba

Semua Pihak Diimbau Perhatikan Kualitas PAUD

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment