Pospapua.com
Mbah Ningsih (istri alm Sumadi yang pejuang kemerdekaan) tinggal sendirian di rumahnya yang tak layak huni. (Foto: Istimewa)
Nasional

Sebatang Kara, Mbah Ningsih Istri Pejuang Hidup di Tengah Keterbatasan

 Oleh: Arif S |

Pospapua.com, Tulungagung – Mbah Ningsih, nenek renta istri pejuang kemerdekaan era 1954 kini masih berjuang di tengah keterbatasan. Hidup sebatang kara, wanita berusia 89 tahun ini melanjutkan perjuangan sejak ditinggal wafat sang suami 35 tahun lalu.

Suami Mbah Ningsih bernama Sumadi adalah seorang pejuang kemerdekaan. Menurut tetangga Mbah Ningsih bernama Suwito, alm Sumadi pernah mendapatkan piagam penghragaan dan medali Sewindu Angkatan Perang Indonesia.

“Piagam itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Ali Satroamidjojo. Piagam dikeluarkan pada 5 Oktober 1954,” kata Suwito, Kamis (22/8), di Tulungagung.

Saat itu Sumadi merupakan anggota kompi perawatan Angkatan Perang Republik Indonesia. Pangkat Sumadi kala itu adalah prajurit satu.

Inilah tempat mandi Mbah Ningsih. (foto: Istimewa)

Saat ini Mbah Ningsih hidup dalam keterbatasan dan serbaseadanya. Ia pun tak lagi punya sanak saudara. Rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang telah berusia tua. Atap rumahnya banyak yang sudah berlubang.

Dinding rumah dari bambu pun telah banyak yang bolong-bolong. Jika hujan deras, sudah pasti rumah itu dipenuhi air yang mengguyur dari atap yang jebol. Menurut Suwito, saat masih kuat, Mbah Ningsih berjualan di pasar. Dagangannya sayur-sayuran dan kebutuhan sehari-hari.

Seiring bertambahnya usia, Mbah Ningsih tak lagi berjualan. Kini kehidupan beliau sepenuhnya hanya menggantungkan diri dari kedermawanan orang lain. “Kebutuhan beliau sepenuhnya tergantung dari belas kasihan tetangga,” ungkap Suwito.

Piagam penghargaan untuk alm Sumadi (suami Mbah Ningsih), sebagai pejuang kemerdekaan.

Bahkan, ujarnya, untuk kebutuhan air saja Mbah Ningsih harus mengambil dari tetangga yang lokasinya agak  jauh dari rumah. Itu pun jika minta tolong orang harus membayar Rp1.000 per ember. Saat mandi, Mbah Ningsih melakukan di depan rumah. Tempat mandinya pun lebih layak disebut bukan kamar mandi lantaran hanya ditutup kain seadanya.

Mbah Ningsih tinggal di kawasan pemukiman di pinggir Kota Tulungagung, Jawa Timur. Dia tinggal di Dusun Kleponan, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. Mbah Ningsih kini menunggu perhatian dari para dermawan dan pemerintah daerah setempat. (AS/Asi/INI-Network)

Baca Juga:

Mbak Tutut : Mbah Moen Tokoh Islam yang Sangat Dihormati

Syaiful

Lima Kurir Sabu 3 Kg Divonis 20 Tahun Penjara

hamim

Lima Kurir Sabu 3 Kg Divonis 20 Tahun Penjara

Anjar Asmoro Heryanto

Leave a Comment