Pospapua.com
Polda Papua merilis kasus ujaran kebencian, SARA dan Hoaks di Jayapura, Kamis (10/10) (foto : Achmad Syaiful)
Hukum & Kriminal

Sebar Ujaran Kebencian dan SARA, Pria Asal Garut Diciduk Polisi

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Tim Subdit V Siber Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua menangkap pemilik akun Facebook Legiun Tandabe berinisial AD atas dugaan penyebaran ujaran kebencian yang mengandung unsur diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Pria asal Garut, Jawa Barat ini ditangkap saat berada di tempat tinggalnya kawasan Jeruk Nipis Kotaraja, Kota Jayapura, Papua,  Minggu (6/10) pagi. Dari tangan tersangka AD, polisi menyita dua ponsel pintar yang digunakannya untuk mengunggah konten video yang menimbulkan kebencian di media sosial.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan persnya, Kamis (10/10), penangkapan terhadap tersangka berawal dari unggahan beberapa video dari akun facebook Legiun Tandabe yang menimbulkan permusuhan.

“Kami kemudian melakukan pengecekan melalui profil facebook dan ternyata ada di Kota Jayapura, sehingga AD langsung ditangkap untuk mengklarifikasi atas pernyataan sensitif yang disampaikannya dalam postingannya,” kata Kamal.

Menurut Kamal, video yang diunggah tersangka dapat mempropaganda masyarakat pendatang yang akan melakukan jihad di Papua karena informasi hoaks tentang pembakaran rumah ibadah. Padahal kerusuhan di Jayapura maupun Wamena tidak berkaitan dengan SARA.

“Pernyataan tersangka dalam videonya juga menyebut ada Masjid yang dibakar, padahal sama sekali tidak ada yang dibakar,” terangnya.

Dalam penggeledahan di rumah tersangka, Kamal menambahkan, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa kaos putih dan baju taktika berlogo Legiun Tandabe. Sebilah senjata tajam turut diamankan dari rumah tersangka.

“Ada dua ponsel pintar milik tersangka kami sita. Ponsel ini yang diduga digunakan untuk memposting video viral,” kata Kamal.

Kasubdit V Siber Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua, Kompol Cahyo Sukarnito, menuturkan unggahan video oleh tersangka telah viral di media sosial facebook, twitter maupun instagram hingga dilihat ratusan ribu warganet.

Modus operandinya, kata Cahyo, tersangka membuat beberapa video berisi ujaran kebencian, SARA dan berita bohong bahwa seolah-olah terjadi pembakaran dan penyerangan rumah ibadah di Papua. Video ini lantas diunggah tersangka di akun media sosial facebook atas nama Legiun Tandabe.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Tersangka telah ditahan di rumah tahanan Markas Polda Papua. Tersangka terancam pidana paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tegas Cahyo. (Asi)

Baca Juga:

Bawa Airsoft Gun dan Peluru, Dua Warga Tanah Merah Diamankan

Syaiful

KPK Tetapkan 7 Tersangka Baru Korupsi e-KTP

Syaiful

Pria Asal PNG Selundupkan 2 Kg Gelembung Ikan ke Indonesia

Syaiful

Leave a Comment