Pospapua.com
Ilustrasi. (Foto: Antara)
Hukum & Kriminal

Santriwati Digilir Dua Pemuda di Rumah Kosong

Oleh: Azhar AP |

Pospapa.com, Tulungagung- Malang dialami seorang santriwati salah satu Pondok Pesantren di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Pasalnya, gadis belia itu diperkosa secara bergilir oleh dua pemuda di sebuah rumah kosong.

Kedua pelaku yang diketahui berinisial TKE (22) dan CA (22) ditangkap di rumah masing-masing setelah aparat kepolisian mendapat pengaduan dari orang tua korban. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak terulang. Baik bagi pihak sekolah, orang tua, terlebih bagi para santriwati agar tidak mudah kabur dari pesantren.

Paur Humas Polres Tulungagung Iptu Anwari, mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung, Jawa Timur, telah menangkap dan menahan dua pemuda tersebut. “Hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku sudah mengakui melakukan tindak pencabulan dan perkosaan kepada korban,” kata Anwari, Kamis (31/10).

Sebenarnya ada dua santriwati yang dibawa TKE dan CA ke rumah kosong milik salah satu pelaku. Namun dari keduanya, hanya korban A yang menjadi sasaran pencabulan dan perkosaan TKE maupun CA.

“Santriwati yang satu ini sakit saat berupaya kabur dari pondok. Mungkin kecapekan dan mereka sampai di daerah ‘Pinka’ (pinggir kali) Sungai Ngrowo, dan korban lalu meminta tolong kepada pelaku untuk membelikan makan karena sudah tidak punya bekal maupun uang saku,” paparnya.

Anwari memastikan, antara pelaku dengan korban tidak pernah saling kenal sebelumnya. Perkenalan mereka spontan. Pelaku TKE dan CA yang melihat ada dua gadis di jalan di daerah wisata. Awalnya hanya iseng menggoda.

Setelah membelikan makan, kedua santriwati lalu diajak jalan-jalan keliling kota menggunakan satu sepeda motor. Dalam kondisi larut dan lelah itulah, kedua santriwati yang bingung tidak bisa meneruskan perjalanan pulang ke rumah ataupun kembali ke pondok pesantren, akhirnya di bawa ke rumah kosong milik pelaku.

“Alibinya untuk istirahat sementara. Namun kesempatan itu digunakan pelaku TKE dan CA untuk mencabuli korban. Bahkan memperkosanya beberapa kali,” bebernya.

Anwari menambahkan, kedua pelaku telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dan dijerat pasal Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.  (Aza/Asi/Ant/INI Network)

Baca Juga:

Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok di Makassar, Gubernur Sulsel Turun Tangan

Syaiful

7 Orang Terjaring OTT di Puskesmas Parlayuan

Syaiful

Bawa Airsoft Gun dan Peluru, Dua Warga Tanah Merah Diamankan

Syaiful

Leave a Comment