Pospapua.com
Petugas PLN tengah memperbaiki jaringan listrik di area Pelabuhan Jayapura pasca rusuh, Jumat (30/8). (foto : Achmad Syaiful)
Ekonomi Headline

Rusuh Jayapura, PLN Rugi Rp 1,9 Miliar

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura –  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat mengklaim mengalami kerugiaan Rp 1,9 miliar akibat kerusuhan dalam unjuk rasa tolak rasisme di Kota Jayapura, Kamis (29/8) lalu.

Kerugian terjadi karena kerusakan mencakup travo, jaringan tegangan menengah 20 KV, jaringan tegangan rendah, sambungan kabel rumah dan meteran di rumah warga yang mengalami terbakar.

Asisten Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Pujiyanto, Senin (2/9) menyebutkan, pengrusakan dan pembakaran yang terjadi di Kota Jayapura menyebabkan sejumlah infrstruktur kelistrikan mengalami kerusakan.

Kerusakan paling parah, kata Septian, terjadi di area Pelabuhan Jayapura, Argapura dan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.  “Beberapa infrastruktur PLN mengalami kerusakan di beberapa titik, paling parah di daerah Pelabuhan, Argapura dan Entrop. Estimasi kerugian Rp 1,9 miliar, belum termasuk hilangnya KWH,” beber Septian Pujiyanto di Jayapura.

Dia menegaskan, PLN terpaksa melakukan pemadaman untuk mengantisipasi dampak kerusakannya tidak meluas. “Kini jaringan sudah 100 persen pulih, hari H ada pemadaman karena keadaan darurta untuk menghindari kerusakan yang lebih luas,” terang Septian.

Pasca rusuh, Septian mengklaim kondisi seluruh pembangkit di Jayapura dalam kondisi aman dan telah dilakukan penjagaan dari aparat kemanan. Namun dia belum dapat memastikan kompensasi bagi pelanggan PLN yang menjadi korban kerusuhan.

“Kami belum bisa memastikan kompensasinya, karena masih harus menunggu koordinasi dengan sejumlah pihak, terutama dengan pemerintah daerah setempat,” akunya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga dalam siaran pers yang diterima Pospapua.com, Senin (2/9) mengungkapkan, kerusuhan di Jayapura menyebabkan 6 gardu, 2 trafo, dan 1 jaringan listrik rusak.

Meski demikian, lanjutnya, ketersediaan listrik tetap terjaga sejak 30 Agustus 2019. Untuk mengantisipasi insiden serupa, PLN akan memperbanyak petugas jaga di gardu utama.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus.  Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi)

Baca Juga:

Menteri Susi Pudjiastuti: Masih banyak Pekerjaan Belum Selesai

Nethy Dharma Somba

Mahasiswa Pulang ke Papua, Gubernur : Jangan Mimpi Bicara Merdeka !

Syaiful

Pengusaha Logistik: Pemanfaatan Tol Laut Rendah, Hanya 2%-5%

hamim

Leave a Comment