Pospapua.com
Suasana Rapat Koordinasi dan Konsolidasi untuk mencari solusi kepulangan mahasiswa di Gedung Negara, Jayapura, Jumat (13/9). (foto : Achmad Syaiful)
Headline

Ribuan Mahasiswa Papua Tolak Undangan Gubernur

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Ribuan mahasiswa Papua dari berbagai kota studi menolak undangan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para tokoh di Papua, Jumat (13/9).

Padahal undangan tersebut tertujuan untuk mencari solusi kepulangan mahasiswa Papua. Total 1200 mahasiswa Papua dari berbagai kota studi yang memilih pulang kampung, pascakerusuhan dampak dari unjuk rasa anarkis di Papua dan Papua Barat, pertengahan Agustus lalu.

Gubernur Papua Lukas Enembe menyayangkan ketidakhadiran mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Padahal pertemuan yang digelar Pemerintah Papua untuk mendengar secara langsung alasan mereka kembali ke Papua, serta mencari solusi kepulangan mahasiswa.

“Kita lakukan pertemuan ini adalah untuk mendengar langsung dari mahasiswa, apa alasan mereka pulang, apa karena ini keinginan mereka sendiri, ataukah ada yang mengarahkan?, tapi mereka tidak hadir, saya waktu ke  asmara mahasiswa di Jawa Timur selaku Gubernur dan orang tua, ditolak,” tuturnya dalam pertemuan itu, Jumat.

Lukas Enembe pun berencana akan mengundang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, jika mahasiswa Papua masih merasa tidak aman berada di kota studi.” Kami akan bicara dengan bapak Kapolri, jika memang adik mahasiswa merasa belum aman,” kataya.

Pengurus KNPI Papua, Benyamin Gurik mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa Papua yang telah kembali ke Papua di sekretariat GMKI Papua, pada Kamis (12/9) malam. Mereka telah menyepakati hadir menghadiri pertemuan dengan Forkompinda Papua, namun mendadak mengembalikan undangan pada Jumat (13/9).

“Alasan mahasiswa masih ada teman lainnya yang masih dalam perjalanan pulang ke Papua. Mereka mengembalikan undangan. Mereka akan melakukan pertemuan secara internal, sebab mereka tidak bisa mewakili mahasiswa lainnya yang dalam perjalanan kembali,” ungkapnya.

Ketua DPR Papua Yunus Wonda kepada wartawan menyebut, berbagai angkah telah dilakukan Pemerintah Papua untuk menyikapi masalah ini. Namun, menurut Yunus, persoalan mahasiswa tidak sesederhana pemikiran Jakarta.

“Hari ini yang seharusnya mereka hadir, namun malah mengembalikan undangan gubernur Papua, artinya bagi mereka bahwa persoalan ini tidak sesederhana itu, ada persoalan yang dialami mereka,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Rudolf Albert Rodja menyebut, 1.200 mahasiswa Papua telah kembali ke Papua. Jumlah ini berdasarkan data manifest penumpang pesawat tujuan Papua.  “Sekitar 1.200 mahasiswa telah kembali ke Papua. Namun saya belum tahu jika ada mahasiswa yang masih dalam perjalanan pulang,” terang Rodja. (Asi)

Baca Juga:

BPN: Tidak Ada Pengerahan Massa 22 Mei

Nethy Dharma Somba

Pesawat Intai Strategis Dikerahkan Cari Heli Mi-17

Syaiful

Capres 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno Berjaya di NTB

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment