Pospapua.com
Tersangka MO, pemilik lahan ganja 10 hektare ditembak mati. (Foto: Istimewa)
Headline Hukum & Kriminal

Rebut Senjata Aparat, Pemilik Ladang Ganja Ditembak Mati

Oleh: Fichri Hakiim |

Pospapua.com, Jakarta – Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terpaksa menembak mati pemilik ladang ganja seluas 10 hektar di Aceh karena mencoba merampas senjata saat penangkapan, beberapa waktu lalu.

“Ketika polisi sedang mengamankan MO, tersangka ini berusaha mencuri senjata milik tim kami. Ia beraksi ketika polisi lengah, namun tim kami tidak akan pernah lengah, tersangka MO ditembak oleh petugas kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono,

Menurutnya, tindakan terhadap MO sesuai dengan aturan yang ditetapkan. MO juga ditengarai merupakan pemimpin dari lingkaran narkoba ini. “Kami pun petugas kepolisian memiliki prosedur keamanan kepada anggota lainnya tegas,” kata Argo.

Penangkapan ini, papar Argo, dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2019. Awalnya, petugas kepolisian menangkap dua tersangka berinisial AY dan MA di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

Dari tangan AY dan MA, kepolisian menemukan ganja seberat 142 kilogram yang disembunyikan dalam mobil.  “Kami menggali informasi melalui AY dan MA. Mereka mengatakan mendapatkan ganja tersebut dari G. Lalu didapat tersangka baru yaitu G, namun G berada di Aceh,” ujar Argo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (tengah). (Foto: Fichri Hakiim/ Indonesiainside.id)

Argo menuturkan, tim kepolisian langsung meluncur ke Aceh guna mencari tersangka G. Setelah didalami, ternyata tersangka G memiliki 2 hektare ladang ganja. Tak sampai di situ. Petugas kepolisian terus mengembangkan penyelidikan hingga menemukan pemilik lahan ganja yang lebih besar lagi.

Dari hasil interogasi kepada G, polisi menemukan pemilik lahan ganja seluas 10 hektare dengan inisial MO. Sementara itu, tersangka lainnya berinisial BO hingga saat ini masih menjadi DPO.

Dia menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik lndonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

“Tersangka diancam penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, lalu pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” sanbungnya. (Aza/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Pejabat PU Raja Ampat Jadi Tersangka Proyek Septic Tank

Syaiful

Vinales Persembahkan Kemenangan, Marquez: Kita Tak Boleh Melupakan Munandar

Syaiful

Rawan Penembakan, Pasukan BKO Brimobda Jambi Dikirim ke Pirime

Syaiful

Leave a Comment