Pospapua.com
Rombongan pengungsi di Jayapura saat hendak kembali ke Wamena menggunakan pesawat Hercules. (foto : dok Humas Polda)
Nusantara

Ratusan Pengungsi Asal Toraja Kembali ke Wamena

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Ratusan warga Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan memutuskan kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, setelah sebelumnya mengungsi ke Jayapura, pascakerusuhan yang menelan 33 korban jiwa pada 23 September lalu.

Diduga ratusan warga ini kembali karena merasa aman dengan jaminan keamanan dari Pemerintah maupun aparat TNI-Polri. Bahkan, jaminan keamanan warga telah disampaikan langsung Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi Wamena baru-baru ini.

Sekretaris Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua, Yulius Palulungan saat dihubungi Pospapua.com, Sabtu (12/10) menuturkan, setidaknya 200 warga Toraja telah kembali ke Wamena dalam beberapa tahap. Mereka kembali dengan difasilitasi angkutan udara oleh TNI.

“Sudah ada 200an warga Toraja yang kembali ke Wamena. Mereka kembali beberapa tahap, kloter pertama sebanyak 66 orang,” kata Yulius.

Menurut Yulius, ratusan warganya kembali ke Wamena untuk melanjutkan kehidupan dan usaha yang telah dirintisnya sejak lama. Dia pun tak memungkiri sebagian warga yang kembali ke Wamena berprofesi sebagai tukang.

“Mungkin rumah mereka tidak terbakar, makanya kembali ke Wamena. Ada juga yang bekerja sebagai tukang, kebanyakan masih lajang,” urainya.

Meski demikian, lanjut Yulius, sebagian warga Toraja yang mengungsi dari Wamena telah kembali ke kampung halaman. Hampir 800 warga Toraja yang ditampung di Gedung Tongkonan Jayapura memilih pulang ke tanah kelahiran.

“Kemarin sudah 625 pengungsi kembali ke Toraja, sisanya menyusul. Mereka dipulangkan dengan menggunakan kapal laut,” terangnya.

Simon Pali, salah satu pengungsi asal Toraja memutuskan pulang ke kampung halaman karena sudah tidak punya tempat tinggal di Wamena. Meski demikian dia masih memiliki keinginan untuk kembali ke Wamena ketika situasi benar-benar aman dan nyaman untuk ditinggali.

“Rumah kami di Hom-Hom sudah habis dibakar, kami tidak punya tempat tinggal, hanya baju yang melekat ditubuh ini yang bisa kami selamatkan. Namun saya ada keinginan kembali ke Wamena,” kata Simon.

Dia menuturkan, dirinya akan mencoba menenangkan diri bersama keluarganya di kampung halaman. Dia pun  berharap situasi Wamena dapat segera kondusif. “Saya mau bawa anak-anak dulu untuk sekolah di kampung. Kalau sudah aman, baru saya kembali, tapi nanti dipertimbangkan dulu,” tuturnya. (Asi)

Baca Juga:

Pratu Sirwandi Korban Tembak Separatis Bersenjata Meninggal Usai Operasi

Syaiful

Jualan Buah untuk Biaya Kuliah Anak

Nethy Dharma Somba

BPPPA Kota Jayapura Tangani 68 Kasus KDRT

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment