Pospapua.com
Brimob saat mengamankan lomba panahan di Kabupaten Puncak Jaya yang menjadi wilayah basis kelompok Lekagak Telenggen. (foto : Humas Polda)
Hukum & Kriminal

Puluhan Aparat Gabungan Kejar Kelompok Lekagak Telenggen

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menerjunkan sebanyak 60 personel aparat gabungan Polri dan TNI untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen yang diyakini sebagai pelaku pembunuhan Briptu Heidar di Kampung Usir, Kabupaten Puncak.

Puluhan personel gabungan ini merupakan anggota yang ditugaskan untuk membantu pengamanan di wilayah Kabupaten Puncak. Pengejaran  kelompok Lekagak Telenggen akan dilakukan disekitar area lokasi ditemukannya jenazah Briptu Heidar, Kampung Usir, Kabupaten Puncak hingga radius 50 meter.

“Ada 2 Peleton atau setara 60 personil yang kami terjunkan mengejar paa pelaku. Pengejaran sudah dilakukan sejak kemarin,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal kepada Pospapua.com, Selasa (13/8) malam.

Kamal menegaskan, pengejaran terhadap kelompok Lekagak Telenggen akan dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. “Pengejarannya secara terus menerus, yah lihat situasi karena mereka ini sudah meresahkan masyarakat dengan aksi penembakan,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Puncak Willem Wandik menyakini pembunuhan  Briptu Heidar, anggota Polda Papua di Kampung Usir adalah kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen. Lekagak Telenggen sendiri merupakan pimpinan kelompok bersenjata yang eksis beraksi di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Tercatat terjadi 6 kali kasus penembakan di wilayah Sinak dan Ilaga, Kabupaten Puncak yang dilakukan oleh Kelompok Yambi dan Puncak Jaya. “Ini ulah kelompok Legagak Telenggen, bukan kelompok dalam (Kabupaten Puncak). Kelompok luar ini kerap berulah dan kemudian kembali ke daerahnya di Puncak Jaya usai beraksi,” bebernya.

Dia pun mengimbau aparat TNI dan Polri selalu waspada dalam menghadapi situasi di lapangan atau tempat tugasnya. Namun dia meminta aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam penegakan hukum di wilayah Puncak.

”Situasi ini kita tidak boleh lengah. Saya selalu sampaikan di daerah ini (Pucak) kita harus waspada, saya selalu ingatkan. Pendekatan persuasif harus tetap dilaksanakan karena Puncak dalam tahap pembangunan,” katanya.

Diketahui, Briptu Heidar merupakan anggota Polda Papua yang diperbantukan untuk mengamankan wilayah di Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Puncak.  Dia meninggal usai disandera masyarakat yang disinyalir kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, pada Senin (12/8).

Jenazah Heidar ditemukan 6,5 jam kemudian di sekitar lokasi penyanderaan saat proses negosiasi berlangsung yang melibatkan Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto, Bupati Puncak Willem Wandik dan tokoh masyarakat setempat.

Anak tunggal dari pasangan Kaharuddin Nurhaeda ini berhasil mengungkap  11 kasus yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Tengah Papua, selama 5 tahun terakhir.

Prestasi terakhir terukir saat pembebasan sandera warga oleh KKB di Tembagapura yaitu di Kampung Banti, Distrik Tembagapura pada 11 November 2017. Heidar pun mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (asi)

Baca Juga:

Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok di Makassar, Gubernur Sulsel Turun Tangan

Syaiful

Miras Tradisional dari NTT Gagal Diselundupkan ke Merauke

Syaiful

Divonis 2 Tahun Penjara, Mantan Kadin Bali Menangis

Syaiful

1 comment

Puluhan Aparat Gabungan Kejar Kelompok Lekagak Telenggen | Mantapps News 30 October 2019 | 12:15 at 12:15

[…] ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI Download Best WordPress Themes Free DownloadDownload Nulled WordPress ThemesDownload Premium […]

Reply

Leave a Comment