Pospapua.com
Warga memadati rumah ipar penyerang Wiranto di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/10). (foto : Medan Inside)
Nasional

Pria Penyerang Wiranto Menghilang dari Tanah Kelahiran Sejak 2015

Oleh: Daniel P |

Pospapua.com, Medan – Sosok Syahrial Alamsyah, pria penyerang Menko Polhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih menyimpan teka-teki. Polisi pun terus melakukan penelusuran di Medan, kampung halaman Syahrial.

Syahrial sendiri lahir dan besar di rumah orang tuanya di  Jalan Alfaka 6, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Kedua orangtuanya diketahui telah lama meninggal. Begitu juga abang kandungnya, yang tinggal di Jalan Alfaka 5.

Setelah orang tuanya meninggal, Syahrial tinggal bersama kedua anak perempuannya, Ratu dan Raya, di rumah itu. Dua anak perempuannya itu didapat dari hasil pernikahannya dua kali yang berujung perceraian.

Keberadaan Syahrial kemudian tak diketahui lagi oleh tetangga sejak rumah yang mereka tempati, ikut tergusur karena proyek pembangunan tol pada sekitar 2016 atau 2017 silam. “Sebelum penggusuran itu dia udah gak lagi bang. Tahun 2015 saya terakhir ketemu dia,” kata salah seorang warga, Alex.

Para tetangga tak menduga Syahrial Alamsyah, yang selama ini dikenal baik dan rajin beribadah justru menjadi pelaku upaya penikaman terhadap Wiranto. Jiran tetangga juga mengenalnya rajin beribadah. “Dia sering ke musola dan masjid,” tambah Ismawati.

Namun sangat jarang tetangga mengenal Syahrial karena memang dia seorang yang pendiam dan tertutup. “Tapi sering menolong orang. Baik lah pokoknya. Saya pernah tau dia pernah kerja depot air,” ungkapnya.

Kepala Lingkungan V Rizaldi mengatakan membenarkan Syahrial sempat menjadi warganya. Syahrial pun lahir di sana. Dia sempat tinggal di Jalan Alfaka 6, Berjarak satu blok dari rumah kakak iparnya yang saat ini didatangi polisi.

Rizal pun mengakui jika selama di Medan, Syahrial berperilaku baik.  Namun dia tak mengetahui bagaimana latar belakang Syahrial yang bergelar sarjana hukum itu.  “Setelah saya lihat data-data ternyata memang benar itu. Makanya saya kemari untuk mencari informasi,” kata Rizaldi.

Saat ini, rumah kakak ipar Syahrial di Jalan Alfaka 6 masih ramai oleh warga. Mereka penasaran dengan kedatangan petugas polisi di rumah itu. (Far/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Tiga Hakim PN Jaksel Dilaporkan ke Komisi Yudisial

hamim

Rugikan Negara Rp 432 Miliar, 8 Tambang Batu Bara Ditutup

Syaiful

Gubernur Papua: Hindari HIV/AIDS, Jauhi Haya Hidup Foya-Foya

Anjar Asmoro Heryanto

Leave a Comment