Pospapua.com
Ketua FKUB Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak. (foto: Indonesiainside.id)
Nusantara

Polemik Salam Lintas Agama, Ulama Sumut Tawarkan Solusi

Oleh: Daniel P |

Pospapua.com, Medan – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara menawarkan sebuah solusi dalam menyingkapi salam lintas agama yang tengah diperdebatkan dan mendapat dukungan Majelis Ulama Indonesia di Jakarta.

Ketua FKUB Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyebut, salam kerukunan diyakini bisa diterima semua agama.  Dengan begitu, kata dia, masalah imbauan untuk tidak mengucap salam lintas agama tak menuai polemik.

“Dalam Islam, salah itu ibadah. Nah, ini tergantung pemimpin atau pembuka acara. Kalau dia Islam, ucap Assalamualaikum, kemudian disusul dengan salam kerukunan. Begitu juga dengan Nasrani, menyebut Shaloom, kemudian disusul dengan kata salam kerukunan,”  kata Maratua, Selasa (12/11).

Persoalan ini, menurut dia, sudah dibahas sejak lama di Sumut. Dalam keyakinan umat Islam, memulai salam itu merupakan sunnah, kemudian menjawab salam tersebut hukumnya wajib. Karena perkara ini merupakan perkara ibadah, seharusnya tak boleh dicampuradukan.

Salam kerukunan dapat menghindarkan pejabat atau pembuka acara menuai kesalahan saat mengucap salam dari agama lain. “Hadirin tinggal membalas dengan salam kerukunan juga. Jadi semua sama. Tak ada yang beda. Semua bisa jalankan,” ujarnya.

Dengan salam kerukunan, lanjut Maratua, pejabat daerah juga terhindar dari kondisi berkecil hati ketika salamnya tak dijawab oleh tamu undangan yang sebagian besar berbeda agama dengannya. “Sebetulnya masalah ini enteng saja. Tidak ada masalah itu. Intinya kita selalu menghargai setiap perbedaan, tanpa harus menyinggung agama lain,”  katanya.

Sebelumnya, MUI Jawa Timur mengeluarkan imbauan kepada umat Islam, terutama pejabat untuk tidak mengucapkan salam lintas agama dalam pembukaan acara-acara. Imbauan ini mendapat dukungan dari MUI Pusat. Pro dan kontra kemudian mencuat.

Beberapa kalangan menilai imbauan itu sudah tepat, sementara pihak kontra menyebut imbauan itu dikhawatirkan akan melunturkan toleransi  (FAR/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Pemda Jayawijaya Lanjutkan Imunisasi Campak dan Rubella

Nethy Dharma Somba

Relawan Garuda Bersihkan Warga Korban Banjir Bandang Sentani

Nethy Dharma Somba

DPW PAN Papua Targetkan 134 Kursi di Pemilu 2019

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment