Pospapua.com
Ikan Paus yang terdampar di Kampung Timika, Papua. (Foto: Polairud Polda Papua)
Nusantara

Polairud Polres Mimika Berupaya Pindahkan Bangkai Ikan Paus

Oleh: Ari Bagus  Poernomo |

Pospapua.com, Jayapura – Polairud Polres Mimika saat ini berupaya untuk memindahkan bangkai ikan paus yang terdampar di Kampung Timika. 

‘’Mengingat ikan tersebut sudah membusuk dan akan berbahaya bagi kesehatan masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan aturan penanganan bangkai ikan wajib dikuburkan atau di tenggelam dilaut. Dan sampai saat ini tim masih berupaya untuk mencari solusi memindahkan ikan tersebut dari tempat kejadian,’’ terang Direktur Direktorat Polair Polda Papua Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto, di Jayapura, Kamis (4/4).

Bangkai seekor ikan paus ditemukan warga terdampar di Pantai Timika, Kabupaten Mimika. Penemuan bangkai ikan besar tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Etmundus Menayau (64), Selasa (2/4).

Etmundus menjelaskan, pada hari tersebut sekitar pukul 06.00 WIT ia bersama istrinya menuju tempat parkiran perahu di bibir kali kampung Timika pantai dan menemukan ikan paus tersebut sudah berada darat dalam keadaan bengkak dan mulai membusuk.

“Jadi habis melaut sama istri saat  mau masuk ke tempat parkir  perahu kita lihat ada ikan paus yang sudah mati dan terdampar. Ikan itu terbawa air pasang dari laut malam harinya,’’ jelasnya.

Setelah itu, Etmundus langsung melaporkan penemuannya itu ke Satpolairud Polres Mimika untuk ditindaklanjuti.

Menindaklanjuti hal tersebut Kasat Polairud, Iptu J Limbong langsung berkoordinasi dengan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) selanjutnya menuju Timika pantai dengan menggunakan kapal Patroli Satpolairud untuk mengevakuasi bangkai paus tersebut.

Setelah tiba di lokasi yang dimaksud anggota Sat Polairud menemukan ada bangkai ikan paus yang sudah dalam keadaan mati serta sudah dalam keadaan membusuk

“Dari hasil pengukuran yang di lakukan oleh petugas PSDKP diperoleh panjang ikan 10.40 M, diameter badan 5.40M, rahang atas 1, 67M. Paus ini jenis bride atau anak” jelas Kasat Polairud, Iptu J Limbong

Lebih lanjut dikatakannya, pada bangkai ikan di temukan jaring jenis gillnet apung yang masih terlilit di bagian mulut ikan dan di bagian ekor ikan.

“Dan setelah melihat bangkai ikan tersebut diduga mati di sekitar laut Arafuru dan terbawa arus ke Timika” tukasnya. (NDS) 

Baca Juga:

Dana Otonomi Khusus Papua TA 2019 Belum Cair

Nethy Dharma Somba

Jelang Pemilu dan Paskah, Pemkot Jayapura Larang Penjualan Miras

Nethy Dharma Somba

Pelabuhan Peti Kemas Depapre Ditargetkan Beroperasi 2020

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment