Pospapua.com
Suasana di Hotel Aston Jayapura pascakerusuhan tampak lenggang, Senin (16/9). (foto : Achmad Syaiful)
Ekonomi

Perhotelan di Papua Sepi Pascarusuh Jayapura

Oleh : Achmad Syaiful |
Pospapua.com, Jayapura – Tingkat hunian (okupansi) perhotelan di Papua mengalami penurunan tajam pascakerusuhan di Jayapura, 29 Agustus lalu. Padahal Pemerintah Pusat telah menyatakan situasi keamanan di Papua kondusif, dengan ditandai pembukaan layanan data internet, sejak Jumat (14/9).
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Papua, Sahril Salim, saat dihubungi di Jayapura, Senin (16/9), menyebutkan, okupansi perhotelan mengalami penurunan sejak terjadinya kerusuhan hingga kini.
“Okupansi turun 60 persen, kita harap situasi cepat kembali seperti semula,” kata Sahril.
Dia mencontohkan, pembatalan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Papua yang disebut-sebut dampak dari kerusuhan di wilayah paling timur Indonesia ini. “Terutama pembatalan Popnas, sebagian juga acara pemerintahan batal,” ujar Sahril.
Menurunnya okupansi perhotelan di Papua diakui Suhari, General Mamager Hotel Aston Jayapura. Dia menyebut, banyak pembatalan yang diterima sejak kerusuhan pecah di Jayapura. Pembatalan tak hanya dilakukan tamu dari Jakarta, melainkan dari dalam Papua. Padahal sebelum kerusuhan okupansi perhotelan di Papua cukup stabil.
Misalnya dalam situasi normal, okupansi Aston rata-rata perbulannya bisa mencapai 60 persen, namun kini turun drastis di bawah standar. “Rata-rata tiap malam kamar hanya terisi sekitar 10 hingga 20 unit saja,” kata Suhari.
Okupansi perhotelan mencapai pucak saat mendekati akhir tahun, khususnya karena acara pemerintahan.
Suhari berharap proses rekonsiliasi dan rekrontruksi pascakerusuhan bisa cepat dilakukan agar tamu kembali datang ke Jayapura.
Dia berharap situasi keamanan di Jayapura bisa kembali kondusif. “Sekarang sudab bagus tapi masih banyak tamu yang belum berani ke Jayapura,” imbuhnya.
Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, kendaraan bermotor, rumah warga hingga ratusan tempat usaha dibakar.
Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan Pemerintah memblokir layanan data internet di Papua dan Papua Barat.  Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktifitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi)

Baca Juga:

Subsidi Energi 2018 Melebihi Target APBN

Firman

Internet Blackout, Jasa Transportasi Online di Jayapura Terganggu

Syaiful

BI Papua Pastikan Layanan Perbankan di Jayapura Normal

Syaiful

Leave a Comment