Pospapua.com
Petugas melakukan perawatan panel surya di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (31/7). (Foto: Antara)
Ekonomi

Penggunaan Tenaga Surya Kurangi Beban Tagihan Listrik

Oleh: Suandri Ansah |

Pospapua.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai pembangkit listrik tenaga surta (PLTS) dapat menghemat beban tagihan listrik, serta mendukung mendukung programenergi terbarukan.

“Kalau kita bikin PLTS (Atap) ini juga akan menghemat tagihan listrik, listriknya juga bisa impor-ekspor dengan PLN,” ujar Menteri Jonan dikutip laman kementerian, Kamis (8/8).

Dia mengatakan, hampir semua gedung di Kementerian ESDM telah memasang PLTS Atap, di anaranya Gedung Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM. PLTS Atap berkapasitas 20 kilo Watt peak(kWp) yang telah dipasang sejak 2015 tersebut memiliki kapasitas puncak 20.160 Watt per hari dengan pengisian baterai selama 4 jam.

“Dengan memanfaatkan luas lahan sekitar 40 meter persegi, kapasitas 20 kWp yang dipasang di atap Gedung Ditjen EBTKE mampu untuk menyalakan lampu bagi 8 lantai di bawahnya,” ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Halim Sari Wardana di Jakarta, Kamis (8/8).

“Saya berharap, gedung-gedung Pemerintah, Lembaga, Swasta maupun komersial, khususnya di Jakarta segera mendukung percepatan PLTS Atap ini, karena 20% saja dari luas atap yang dimanfaatkan untuk PLTS ini sudah berkontribusi mengurangi polusi,” lanjut Halim.

Selain Kantor Ditjen EBTKE, Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan juga telah memasang PLTS sejak 2010. Saat ini kapasitas totalnya mencapai 130 kWp dan bisa menghemat biaya listrik gedung tersebut hingga Rp 10 juta per bulannya.

Tak hanya gedung perkantoran, kini perumahan pun bisa memasang PLTS Atap yang on-griddengan jaringan listrik PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN.

Melalui peraturan ini, masyarakat juga bisa membayar tagihan listrik lebih murah melalui “ekspor-impor” listrik dengan PLN. Besaran penghematan berbeda-beda tergantung pada kapasitas daya yang dihasilkan serta besaran penggunaan listrik keseluruhan.

“Daya yang dihasilkan dari PLTS Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65% dari total daya yang dihasilkan oleh PLTS Atap. Artinya 1 Watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan langsung mengurangi harga listrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya.” (*/Dry/asi)

Baca Juga:

Indonesia Butuh 17 Juta Pekerja di Bidang Ekonomi Digital

hamim

Memprihatinkan, Baru 9% UMKM Manfaatkan Platform online

hamim

Mayoritas ASN Belum Tahu Program Jaminan Kecelakaan Kerja

hamim

Leave a Comment