Pospapua.com
Sejumlah pencari kerja mendaftar lowongan kerja pada acara Job Fair 38 di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (14/2). Foto: Antara
Nasional News

Pengangguran dan Harga Kebutuhan Pokok Jadi Masalah Utama Pemerintah

Oleh: Suandri Ansah |

Ada identifikasi yang sama antara harapan masyarakat dengan apa disuarakan pasangan Prabowo-Sandi.

Pospapua.com, Jakarta — Tersedianya lapangan kerja dan masalah pengangguran menempati urutan teratas dari sekian masalah ekonomi yang paling dikhawatirkan masyarakat, menurut Lembaga Survei dan Polling Nasional (SPIN).

Dalam hasil survei yang dirilis SPIN, Kamis (7/3) memaparkan bahwa persoalan lapangan kerja dan pengangguran menempati urutan teratas (68%), disusul naiknya harga-harga kebutuhan pokok (64%), serta korupsi (52%).

Sementara untuk dua hal yang paling mengkhawatirkan terkait masalah ekonomi, 73 persen responden menjawab naiknya harga-harga kebutuhan pokok, diikuti masalah lapangan kerja dan pengangguran sebanyak 44 persen.

“Ada 59 persen responden yang mengatakan bahwa harga makanan dan kebutuhan pokok lainnya meningkat, sedangkan 37 persen menjawab sama saja (tidak berubah), dan hanya 4 persen yang menjawab harga turun,” ujar Direktur SPIN, Igor Dirgantara di Cikini, Jakarta Pusat.

Igor juga mengungkapkan, kondisi keuangan masyarakat dalam dua tahun belakangan ini bisa dibilang tidak membaik. Salah satu contohnya adalah soal uang tambahan yang bisa ditabung.

Dia memaparkan, yang menjawab lebih sedikit ada 44 persen, sama saja (41%), lebih banyak 13 persen, dan yang menjawab tidak tahu 2 persen. Artinya, kebijakan dalam bidang ekonomi pemerintahan Jokowi belum meningkatkan kondisi ekonomi individu.

“Hanya 18 persen yang menyebutkan bahwa mereka mempunyai lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar menyebutkan bahwa mereka punya lebih sedikit uang atau sama saja dibandingkan dua tahun lalu,” katanya.

Elektabilitas Prabowo-Sandi Kejar Jokowi-Ma’ruf

Igor mengatakan, isu ekonomi bisa menjadi momentum Pasangan calon (paslon) 02 Prabowo Subianto -Sandiaga Uno untuk memperkecil jarak elektabilitas dengan Paslon 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Menurut hasil Survei SPIN, elektabilitas Paslon 02 merangkak mengejar Paslon 01 dengan selisih 8 persen. Paslon 01 memang masih unggul dengan tingkat keterpilihan 49% persen dibandingkan dengan lawannya sebesar 41 persen, dan sisanya 10 persen belum menjawab.

“Namun begitu, dalam periode masa kampanye bulan November 2018 sampai Januari 2019, petahana seperti kehilangan momentum yang membuat kompetitornya bisa menipiskan ketertinggalannya,” kata Igor.

Ada identifikasi yang sama, lanjut Igor, antara harapan masyarakat dengan apa disuarakan pasangan Prabowo-Sandi, yaitu persoalan ekonomi yang saat ini memang dirasakan oieh masyarakat.

Lembaganya memprediksi persaingan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi akan berlangsung ketat menjelang hari H pemungutan suara. Saat ini, kata Igor, kesempatan ada pada Prabowo-Sandi.

Survey SPIN dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2018 08 Januari 2019 melibatkan 1213 responden dan menggunakan metode Multistage random sampling, Margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

Soal Papua, MRP : Pembangunan Infrastruktur Bukan Solusi Utama

Syaiful

Fauzi Baadilla Copot Pamflet Jokowi-Ma’ruf yang Ditempel Sembarangan

hamim

PLN Pertimbangkan Ganti Rugi Pengurangan Tagihan Listrik

Syaiful

Leave a Comment