Pospapua.com
Sejumlah prajurit TNI berjaga di Kompleks Gedung DPRD Mimika, Papua, Sabtu (24/8). (Foto: Antara)
Nasional

Pemblokiran Internet Dicabut Sampai Papua Kondusif ?

Oleh: Suandri Ansah |

Pospapua.com, Jakarta – Pemblokiran internet pada layanan operator seluler di Papua dan Papua Barat masih berlanjut. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, pemblokiran layanan data seluler tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Papua benar-benar normal.

Kominfo mulai memblokir layanan internet di Papua dan Papua Barat secara penuh sejak Rabu (21/8). “Untuk saat ini, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat atau SMS,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan persnya.

Nurbaya, salah seorang warga Sorong, Papua Barat merupakan salah satu warga terdampak pemblokiran internet di sana. Meski demikian, saat dihubungi Indonesiainside.id lewat aplikasi perpesanan Whatsapp, dia masih terhubung.

“Oh iya memang benar ada pemblokiran untuk Papua dan Papua Barat. Saya di rumah menggunakan wifi,” ujarnya. Kepada reporter Indonesiainside.id, dia mengungkapkan bahwa kondisi di Papua belum begitu kondusif.

Redaksi lalu meminta percakapan via telepon untuk mendapati gambaran detail soal perkembangan keamanan di sana. Namun, entah mengapa setelah menerima sejumlah tamu di kediamannya dia mengurungkan niatannya.

“Sabar ya sy masih ada tamu..sebentar sy info,” katanya membalas pesan Whatsapp. Beberapa menit kemudian pesan yang muncul berubah. Dia hanya bilang situasi belum kondusif.

“Saya saat ini belum bisa menerima telepon mengingat kondisi papua yang belum sepenuhnya kondusif,” katanya.

Sementara, Menkominfo Rudiantara mengatakan pembatasan internet telah sesuai dengan dasar hukum yang ada. Mengacu pada UUD 1945 dia mengklaim tak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena alasan melindungi hak orang lain.

Sementara itu, di UU ITE pasal 40 dituliskan pemerintah diwajibkan melindungi masyarakat sehingga pemerintah punya kewenangan untuk membatasi internet.

“Jika saya tidak melakukan itu berarti tidak melindungi masyarakat. Pembatasan internet data ini untuk kepentingan bersama. Mudah-mudahan situasi segera kondusif tidak hanya di dunia nyata tapi di dunia maya,” ucapnya dikutip Antara.

Mengenai sampai kapan pembatasan internet tersebut, ia menyatakan belum bisa memutuskan. Dia mengaku harus berkoordinasi lebih dahulu dengan pihak lain seperti aparat kepolisian.

Rudiantara menyebut tidak bisa memutuskan sampai kapan pemblokiran internet berjalan. “Yang bisa memutuskan teman-teman di lapangan. Saya tidak melakukan ini sendiri tapi kerja sama dengan pihak hukum. Saya ajak ayo jaga dunia maya jangan sampai dikotori hoaks atau adu domba,” tuturnya. (*/Dry/Asi)

Baca Juga:

BPN: Animo Perubahan Masyarakat Sangat Tinggi

Firman

Raperdasi Perubahan Nama Bandara Sentani Diketuk Palu, Kini Jadi Dortheys Hiyo Eluay

Syaiful

Pembalakan Liar di Hutan Suaka Alam Lahat, 10 Orang Ditangkap

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment