Pospapua.com
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyalami Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat kunjungan di Papua. (foto: dok Humas Polda)
Politik

Panglima TNI Sebut Papua Rawan Konflik Pilkada 2020

Oleh: Eko P |

Pospapua.com, Jakarta- Analisa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua terkait potensi rawan konflik pada Pilkada serentak 2020 mendatang, patut diperhitungkan. Apalagi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memandang adanya potensi kerawanan dimaksud.

Hadi menyebut, Papua menjadi salah satu wilayah yang mendapat pantauan ketat dari aparat keamanan pada Pilkada 2020. Hal ini karena potensi timbulnya konflik karena isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), konflik horizontal, dan politik uang rentan terjadi di wilayah Papua.

Hal ini dipaparkan Hadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11), tentang potensi kerawanan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 yang berlangsung pada 270 daerah di seluruh Indonesia.

“Pilkada serentak tahun 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah yang terdiri 9 provinsi 37 kota dan 224 kabupaten. Potensi kerawanan dalam pilkada terdapat pada aspek penyelenggaraan, aspek kontestasi dan aspek partisipasi,” kata Hadi.

Hadi mengatakan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak tersebut, TNI menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk perbantuan kepada Polri sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku.

“Tahapan pilkada serentak dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2019 sampai dengan 23 September 2020 sebagaimana yang dilaksanakan pada pengamanan pilkada serentak yang lalu, TNI tentunya akan dilibatkan sesuai dengan tahapan pilkada tersebut,” ujarnya pula.

Pada Pemilu 2019 yang lalu, kata Hadi, TNI telah mengerahkan kekuatan sebesar dua per tiga dari kekuatan yang dikerahkan Polri. (EP/Asi/INI Network)

Baca Juga:

KPU Umumkan Nama 81 Caleg Eks Napi Korupsi, Ini Daftarnya

hamim

Raperdasus 14 Kursi DPR Papua Segera Dibawa ke Jakarta

Syaiful

Anhar Gonggong: Saya Tidak Ragu Mengatakan Dokumen Supersemar Itu Ada

hamim

Leave a Comment