Pospapua.com
Captain Benny S, Direktur oleh Captain Benny S, Direktur Operasi PT Trigana Air Service menyematkan topi kepada Captain Pilot Octaviyanti Blandina Ronsumbre. (istimewa/dokumen pribadi)
Profil

Octaviyanti Blandina Ronsumbre, Captain Pilot Perempuan asal Papua

Oleh: Dharma Somba |

Pospapua.com, Jayapura – Perempuan Papua membuat sejarah, untuk pertama kalinya seorang pilot asal Papua Octaviyanti Blandina Ronsumbre yang bekerja di PT Trigana Air Service diberi tanggungjawab sebagai Captain.

Vivin panggilan akrabnya merupakan perempuan Papua pertama menjadi pilot dan juga perempuan Papua pertama mencapai jabatan captain pilot.

‘’Bangga, terharu, karena merupakan suatu penghargaan dari perusahaan  Trigana Air memberikan kepercayaan dan tanggung jawab menjadi seorang captain,’’ ujar  Vivin menjawab pertanyaan Pospapua.com lewat WA.

Tugas captain kata Vivin sebagai incommand bertanggung jawab terhadap seluruhnya, mulai dari asset pesawat, nyawa crew dan penumpang.

Untuk mencapai jabatan tersebut, Vivin mengikuti training selama 12 bulan.

Pelantikan menjadi seorang captain berlangsung Kantor Pusat PT Trigana di Jakarta 22 April 2019 oleh Captain Benny S, Direktur Operasi PT Trigana Air Service.

 

Vivin bersama suami Lettu Agustinus Sujatmiko. (dok pribadi)

Vivin adalah gambaran perempuan Indonesia pada umumnya yang terus berkarir meskipun sudah berumah tangga. Dia adalah ibu seorang anak dan istri dari prajurit TNI AU. Kedua sisi itu harus dijalankan selaras.

‘’Sebagai seorang perempuan Papua, sebagai seorang Ibu, dan sebagai seorang Istri dari prajurit TNI AU, kita mampu, kita bisa dan tidak ada kata terlambat. Kata orang bijak banyak jalan menuju Roma, Itu pula yang saya rasakan dalam proses belajar menjadi seorang captain, banyak cara untuk belajar,’’ jelasnya.

Keberhasilan Vivin sampai pada jabatan saat ini diakui tidak terlepas dari support orang-orang terdekatnya. ‘’Support dari suami, keluarga kakak, teman da para instruktur menjadikan saya seperti saat ini,’’ jelasnya

Vivin lahir dan besar di Kampung Ambroben Biak, Papua, dari pasangan  Yakobus Ronsumbre asal Biak dan Susilowati asal Jawa, pada 30 Oktober 1988.

Vivin alumni Nusa Flying International Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta tahun 2011, dan langsung diterima menjadi pilot di PT Trigana Air Service.

Sudah lima tahun menjadi pilot dan telah menerbangkan pesawat jenis Boeing 737 seri 300/400/500 dengan jam terbang sekitar 4.000 jam.

Dunia penerbangan bukan hal yang baru Vivin, sejak kecil sudah sering berada di sekitar Bandara Frans Kaisepo karena ayahnya adalah karyawan PT Garuda Indonesia Airways dan Kakaknya yang tertua Yonas Nauriza Hiskia Ronsumbre adalah Pilot Garuda.

Vivin kecil bercita-cita menjadi pramugari, namun tidak lolos dan akhirnya menjadi pilot. ‘’Kalau saya ditanya kenapa memilih menjadi pilot? Jawaban saya karena tidak bisa menjadi pramugari, he..he..he..,’’ tulis Vivin dalam obrolan terakhir via WA. (nds)

 

 

Baca Juga:

Geisler Ap, Berjuang untuk Gapai Mimpi Menuju Las Vegas

Nethy Dharma Somba

Torro Margens, Legenda Antagonis Indonesia

Firman

1 comment

Albert Giban 23 May 2019 | 8:24 at 08:24

Patola figt bgini””orang indonesia punya sebetulnya papua segi apa biasa dari kita ji

Reply

Leave a Comment