Pospapua.com
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua dari kiri) menyalurkan bantuan kepada korban kerusuhan di Gedung Negara, Jayapura, Selasa (10/9) malam. (foto : Achmad Syaiful)
News

Mensos Salurkan Bantuan Rp 7,3 Miliar untuk Korban Kerusuhan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyalurkan bantuan sebesar Rp 7,3 miliar untuk korban kerusuhan di Papua dan Papua Barat, pada pertengahan Agustus lalu.

“Total Rp 7,3 miliar bantuan yang kami salurkan, Rp 1,21 miliar untuk Papua dan Rp 6,09 miliar untuk Papua Barat,” terang Agus Gumiwang Kartasasmita usai menyerahkan bantuan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara Jayapura, Selasa (10/9) malam.

Dia menjelaskan bantuan ini merupakan salah satu wujud kehadiran negara dalam penanganan bencana. “Pemerintah dan Kementerian Sosial punya komitmen tinggi bersama-sama dengan masyarakat melakukan upaya-upaya pemulihan pasca bencana sosial yang terjadi di Jayapura, Manokwari, Sorong dan Fakfak,” kata Agus

Agus merincikan, bantuan Rp 1,21 miliar ditujukan kepada 242 unit usaha di Kota Jayapura, Papua. Masing-masing unit usaha akan memperoleh bantuan sebesar Rp 5 juta. Sementara di Papua Barat, bantuan disalurkan pada 31 unit usaha di Kota Sorong dan 165 unit usaha di Manokwari dan 1.021 unit usaha di Fakfak.

“Untuk di Kota Sorong bantuan total yang disalurkan sebesar Rp 160 juta, Manokwari sebesar Rp 825 juta dan Fakfak Rp 5,1 miliar lebih. Setiap unit usaha menerima bantuan dengan nominal yang sama sebesar Rp 5 juta,” terangnya.

Bantuan yang disampaikan tersebut, kata Agus, berupa bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), dan Layanan Dukungan Psikososial.”Presiden Jokowi berharap bantuan pemerintah dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial,” tuturnya.

Menurutnya, penanganan bencana konflik sosial perlu mendapat perhatian khusus dan menyeluruh, serta dilakukan secara professional sistemik dan berkelanjutan dengan sebanyak mungkin melibatkan partisisipasi masyarakat.

“Ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan mencegah agar masalah yang sama tidak terjadi lagi,” katanya lagi.

Mensos menekankan, mencegah dan mengurangi risiko bencana wajib menjadi bagian dari rutinitas masyarakat sehari-hari.  “Setidaknya dapat diawali dengan melihat dan mempelajari fakta bencana sosial terutama konflik sosial yang rutin mengancam masyarakat menjadi korban,” ujarnya.

Mensos mempertanyakan, bagaimana dalam kondisi masyarakat beragam kultur dan semakin terbuka, upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan? “Cepat atau lambat, informasi negatif yang diterima secara intens diinternalisasi dan membentuk watak agresif sehingga masyarakat cenderung permisif terhadap tindak kekerasan,” katanya.

Terkait rusuh di Papua, Kemensos mencatat  sebanyak 1.750 orang mengungsi di Lantamal X Jayapura, 350 orang di Pulau Kosong Jayapura, dan 200 orang di depan Pelabuhan Jayapura. Sementara 242 tempat usaha dilaporkan rusak.

Sementara di Kota Sorong, sebanyak tujuh rumah, dan 31 Unit Tempat Usaha rusak. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti pasar, rumah dewan adat, kantor dan fasilitas bank, angkutan kota, dan sebagainya. (Asi)

Baca Juga:

Mereka Bicara Hari Pers Nasional

hamim

BPN: Penyampaian Visi Misi Idealnya Dilakukan Paslon

Firman

Susupi Protes Rasisme, Egianus Kogoya Gandeng Kelompok Wamena dan Lanny Jaya  

Syaiful

Leave a Comment