Pospapua.com
Dampak kerusuhan unjuk rasa anarkis di Jayapura, 29 Agustus. (foto : dok Pospapua.com)
Nusantara

Manfaatkan Situasi, Penyebar Hoaks Ingin Papua Rusuh

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua mengindikasi penyebar berita bohong atau hoaks telah memanfaatkan situasi di wilayah paling timur Indonesia ini.  Hoaks yang beredar di Papua telah menebar keresahan warga di tengah-tengah situasi tanah Papua saat ini.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (23/9) menyebut, penyebar hoaks menginginkan Papua rusuh. Dia mengaku masih mendalami oknum maupun kelompok yang memanfaatkan situasi Papua.

“Kita masih dalami oknum maupun kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi Papua untuk mengambil keuntungan dengan menyebarkan hoaks. Mereka ingin Papua menjadi rusuh,” kata Kamal dalam siaran persnya yang diterima Pospapua.com, Senin (23/9).

Kamal menegaskan, pihaknya masih mengejar kelompok penyebar hoaks yang memanfaatkan situasi pascakerusuhan di Jayapura dan sejumlah wilayah lainnya.

“Kami masih mengejar penyebar berita bohong.  Kita masih dalami oknum maupun kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi Papua untuk mengambil keuntungan dan juga ingin membuat Papua menjadi rusuh,” tuturnya.

Dia meminta masyarakat tetap beraktifitas normal, serta tidak termakan isu hoaks yang berkembang saat ini di Papua. “Masyarakat tidak perlu cemas dengan informasi hoaks yang berkembang saat ini. Kami (Polda Papua) menjamin keamanan di tanah Papua,” tegasnya.

Mantan Wakapolresta Depok ini pun mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga kedamaian di Papua. Oleh karena itu,  khusus untuk warga Kota Jayapura diimbau tidak perlu takut beraktifitas di luar rumah.

“Masyarakat Kota Jayapura tetap beraktifitas seperti biasa, baik ke kantor, sekolah, belanja di pasar dan aktifitas lainnya. Kami jamin keamanan, masyarakat tidak perlu takut,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan, isu demonstrasi susulan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), pada Senin (23/9), membuat resah warga Kota Jayapura. Mereka khawatir kelompok tersebut membuat kerusuhan seperti demontrasi 29 Agustus lalu.

Bahkan, isu demonstrasi kelompok pro perjuangan kemerdekaan Papua ini memunculkan selebaran perlawanan yang mengatasnamakan “Barisan Nusantara Bersatu”.  Selebaran yang beredar melalui grup whatsapp, dengan mencatut nama paguyuban ini meminta warga tidak bepergian.

“Ada rencana pada hari Senin tanggal 23 September 2019, kelompok KNPB dan ULMWP mereka mau turun demo lagi, mereka mau bikin lebih rusuh, mau bakar dan jarah barang kita. Hari Senin tidak usah kerja… jaga kompleks masing-masing,” tulis dalam selebaran itu. (Asi)

Baca Juga:

Pemblokiran Internet Efektif Redam Hoaks di Papua

Syaiful

Sejak Ramadhan, BBPOM Jayapura Temukan 29.108 Makanan Kadaluarsa

Nethy Dharma Somba

Sambut Nyepi, Ratusan Umat Hindu di Papua Gelar Upacara Melasti

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment