Pospapua.com
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan tokoh Nahdlatul Ulama usai membuka Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2). Foto: Antara
Nasional News

LSI: Paslon 01 Didukung Muslim Moderat, 02 Didukung Konservatif

Oleh: Suandri Ansah |

Efeknya terjadi pergeseran pemilih di kelompok minoritas

Pospapua.com, Jakarta — Lembaga Survei Indonesia (LSI), Selasa (5/3) merilis peta dukungan pemilih Capres – Cawapres pada Pilpres 2019 berdasar kelompok agama dan orientasi politiknya.

Survei dilakukan untuk menangkap dinamika pergeseran suara setelah enam bulan kampanye dilakukan, sejak 23 September 2018 hingga hari ini. LSI sendiri melakukan survei terbarunya pada 18 sampai 25 Februari 2019.

Dalam surveinya, LSI menerapkan sistem simulasi pemilihan lewat Kertas Suara. Hasilnya, Pasangan calon (Paslon) 01 Jokowi Ma’ruf unggul 58,7 persen dibanding Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat 30,9 persen. Sementara 9,9 persen memilih tidak menjawab atau masih rahasia.

LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan menggarap 1.200 responden di 34 provinsi. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan memberikan kuesioner. Margin of Error survei sebesar 2,9 persen.

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat berkunjung di Pondok Pesantren Syalafiah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Senin (25/2). Foto: Antara

Berebut Suara Masyarakat Muslim
Berdasar survei, LSI mengkomposisikan pemilih Muslim sebesar 87,8 persen dan minoritas sebanyak 12,2 persen. Minoritas artinya agama resmi selain Islam dan aliran kepercayaan.

Dari yang 87,8 persen itu, LSI membagi dalam tiga klaster pertanyaan terkait sistem pemerintahan; Indonesia harus khas Pancasila (87,4%), Indonesia harus seperti Timur Tengah (3,5%), dan Indonesia seperti dunia Barat (1,1%), sisanya tidak menjawab (8,0%).

Dari ketiga kelompok itu, responden yang memilih Indonesia harus khas Pancasila sebagian besar merapat ke Paslon 01 (57,2%), unggul dari Paslon 02 (33,4%). Sementara responden kelompok kedua, Indonesia harus seperti Timur Tengah memilih Paslon 02 (54,1%) lebih tinggi dari Paslon 01 (45,9%)

Lebih jauh, menurut LSI peta dukungan terhadap pasangan calon 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin lebih didominasi kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang diidentifikasi sebagai muslim moderat.

Sementara lawannya, pasangan calon 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno lebih banyak didukung Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan kelompok Front Pembela Islam (FPI) yang dinilai konservatif.

“Dilihat dari ormas dan orientasi politiknya, relatif terjadi pergeseran. Pada Jokowi-Ma’ruf ada kenaikan terutama di segmen NU dan penurunan di PA 212 maupun FPI. Sebaliknya ini terjadi di 02, di NU dia turun, naik di PA 212 dan FPI,” ujar peneliti LSI, Ardian Sopa di kantornya, Jakarta Timur.

BPN Ragukan Kredibilitas Survei LSI
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi meragukan kredibilitas survei yang dirilis LSI. Anggota BPN, Ferdinand Hutahaean mengatakan, BPN tidak lagi percaya terhadap hasil survei LSI.

“Kami tidak melihat lagi LSI sebagai sebuah lembaga survei yang layak dipercaya, kami agak heran juga, (LSI) sebentar-sebentar survei,” kata Ferdinand saat dihubungi INI-Network, Selasa (5/3).

Dia memaparkan, keraguan atas hasil survei LSI disandarkan kepada beberapa alasan. Dia menduga LSI merupakan bagian dari tim sukses pemenangan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

“Kedua sepanjang LSI tidak berani membuka row data dan sumber pembiayaan surveinya, ya kami tidak bisa percaya . Biarlah LSI jadi lembaga survei yang menghibur bagi Jokowi,” katanya. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

KSAD Pertahankan Enzo sebagai Taruna Akmil  

Syaiful

BPN: Penyampaian Visi Misi Idealnya Dilakukan Paslon

Firman

Polda Jatim Gelar Salat Gaib Doakan Mbah Moen

Syaiful

Leave a Comment