Pospapua.com
Ilustrasi. Foto: AFP
Ekonomi

Lion Air Nego Ulang Pesanan 222 Pesawat Boeing 737 Max 8

Oleh: Andryanto S |

Menyusul dua insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines hari Ahad (10/3/2019) dan Lion Air JT 610 pada 19 Oktober 2018, maskapai Lion Air merenegosiasi pesanan pesawat sejenis sebanyak 222 unit dengan Boeing.

Pospapua.com, Jakarta — Managing Director Lion Air Group Daniel Putut menyatakan Lion Air Group melakukan negosiasi ulang terkait pemesanan sebanyak 222 unit pesawat Boeing 737 Max 8 dengan Boeing hingga 2035.

“Pasti (akan ada renegosiasi). Kami sedang diskusi dengan mereka,” katanya dalam Indonesia Aviation Training & Education Conference (IATEC) 2019 di Jakarta, Selasa (12/3).

Daniel mengatakan bahwa renegosiasi tersebut terkait kemungkinan untuk menukar unit Boeing 737 Max dengan unit yang lain, namun belum menemukan titik temu. “Belum sampai kami setuju dan mereka setuju. Kami baru ‘schedule’ seperti ini. Kami baru sampai pada ‘statement’ kami ini untuk menunda dulu kedatangan Max,” katanya.

Empat unit pesawat Boeing 737 Max 8– yang seharusnya dijadwalkan tiba pada Mei 2019—akhirnya ditunda. Sementara itu, dia menyebutkan, investasi yang dikeluarkan Lion untuk pemesanan 222 Boeing 737 Max 8, 9 dan 10 senilai US$ 22 miliar.

“Sementara (investasinya) US$ 22 miliar. Itu nilai yg di-suspend. Kami sedang diskusi dengan Boeing meneruskan atau tidak. Tim kami dan tim Boeing sedang duduk,” katanya.

Ia mengaku penundaan pengoperasian serta kedatangan pesawat tersebut tidak menganggu operasional Lion Air karena sedang musim sepi.

“Sekarang sedang ‘low season’, jadi banyak kebetulan kami ada pesawat jenis lain, jadi tujuan internasional bisa diganti dengan pesawat stand by. Jadi tidak terlalu banyak berdampak ke operasional,” katanya.

Ia menyebutkan paling banyak Boeing 737 Max 8 adalah untuk penerbangan ke Tiongkok dan umrah. Untuk penerbangan umrah, akan diganti dengan pesawat Airbus. “Untuk ke Timur Tengah digantikan dengan pesawat ‘wide body’,” katanya. Daniel menuturkan pihaknya memesan banyak unit Boeing karena efisiensi, terutama bahan bakar sebesar 11%. (*/Dry/Ant/INI-Network)

Baca Juga:

Sandiaga: Prabowo Khawatir Unicorn RI Dikuasai Asing

hamim

Kebijakan Moneter AS Melunak, Rupiah Menguat

Firman

Jajal MRT, Wapres: Kita Terlambat Bangun

hamim

Leave a Comment