Pospapua.com
Ilustrasi: digital detoks. Foto: thehealthjournals.com
Lifestyle

Kurangi Adiksi Media Sosial Dengan Digital Detox

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Dengan melakukan digital detox, Anda dapat mengantisipasi bahaya internet addiction.

Pospapua.com, Jakarta — Pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan modern memang memberi banyak kemudahan. Namun, hal ini juga seolah menjadi pisau bermata dua. Gaya hidup digital memberi berbagai dampak negatif, salah satunya adalah FOMO (Fear of Missing Out). FOMO adalah kondisi yang dialami para pecandu media sosial.

Mereka akan risau jika belum buka media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Facebook, Snapchat, Path, BBM, Line, Email dan sebagainya. Lebih lanjut, mereka berupaya sekeras mungkin hanya menampilkan sisi baik dari pribadi serta kehidupan mereka.

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, penerapan digital detox pun menjadi kebutuhan penting yang semakin Anda perlukan. Dengan melakukannya, Anda dapat mengantisipasi bahaya Fear of Missing Out (FOMO) di tengah banjirnya informasi yang semakin cepat tersebar. Jangan lupakan juga adanya bahaya internet addiction yang dapat menyebabkan masalah akibat penggunaannya yang terlalu berlebihan.

Jika dapat mengatasi bahaya tersebut, tentunya Anda dapat memanfaatkan waktu secara bijak dan optimal. Digital detox memberikan banyak manfaat yang dapat Anda rasakan ketika menjalaninya. Sederhananya, Anda dapat menggunakan waktu luang tanpa menatap layar untuk berbagai kegiatan yang Anda sukai.

Selain itu, Anda juga akan merasakan ketenangan tersendiri selama Anda tidak menghadapi digital noise apapun. Anda pun harus fokus terhadap hal-hal yang ada dalam kehidupan nyata di depan Anda. Tak ketinggalan, yang terpenting adalah rasa stres yang Anda miliki dapat berkurang, serta fisik dan moral Anda akan menjadi lebih sehat.

Cara Mudah Memulai Digital Detox

  1. Untuk permulaan, rencanakan percobaan digital detox dalam waktu satu jam. Kemudian Anda dapat menambahkan waktunya secara berkala. Waktu yang paling maksimal untuk menerapkan digital detox adalah saat akhir pekan.
  2. Cobalah untuk tidak menatap layar digital selama satu jam sebelum waktu tidur. Hal ini dapat Anda terapkan setiap hari menjelang tidur. Selain melatih kebiasaan Anda untuk terlepas dari gadget, tidak menatap layar kaca sebelum tidur dapat mengurangi risiko Anda untuk terpapar sinar radiasi handphone.
  3. Habiskan akhir pekan dengan penggunaan teknologi digital seminimal mungkin. Akhir pekan dapat Anda manfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, melakukan kegiatan di luar ruangan, atau pun bertemu dengan teman-teman.
  4. Jika memungkinkan, usahakan berkomunikasi pada seseorang dengan menemuinya secara langsung. Tidak semuanya yang Anda utarakan melalui ponsel dapat dipahami dengan baik oleh lawan bicara Anda. Manfaatkan kemungkinan tersebut untuk meningkatkan proses digital detox Anda dengan bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan.
  5. Beritahukan orang-orang terkait rencana digital detox Anda, jika nantinya ada keperluan mendadak, mereka bisa menghubungi melalui nomor ponsel atau telepon rumah. Jangan sampai membuat orang-orang terdekat Anda khawatir karena Anda tidak mengangkat telepon atau membalas pesan mereka.

Dan yang terpenting adalah, siap berkomitmen pada diri sendiri terkait rencana detox yang sudah Anda persiapkan. Siap melakukan digital detox? (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

Naik Perahu Terbang di Soko Gunung, Wonogiri

hamim

Hati-Hati! Inilah Efek Samping dari Buah Naga

hamim

5 Langkah Untuk Menjadi Seorang Content Creator Sukses

Firman

Leave a Comment