Pospapua.com
Ketua KPU, Arief Budiman. Foto: Antara
Politik

KPU Umumkan Jumlah Caleg Eks Terpidana Korupsi Jadi 81 Orang

Oleh: Rudi Hasan |

KPU mengumumkan tambahan caleg eks napi kasus korupsi yang berasal dari calon anggota DPRD provinsi dan kabupaten kota.

Pospapua.com, Jakarta — Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini mengumumkan tambahan 32 nama calon anggota legislatif (caleg) mantan napi korupsi. Sebelumnya, pada 30 Januari lalu, KPU lebih dulu mengumumkan 49 nama caleg DPR dan DPD yang pernah menghuni hotel prodeo karena kasus rasuah.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pengumuman nama-nama caleg eks napi kasus korupsi kali ini untuk melengkapi pengumuman yang pertama. “Setelah KPU mengumumkan daftar nama, KPU di kabupaten kota melakukan pencermatan ada beberapa data yang belum disampaikan. Hari ini datanya sudah sampai kepada kami dan sudah terverifikasi. Kemungkinan ini data yang paling update,” kata Arief di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Ia mengharapkan data terkini tersebut final menyusul hasil penyisiran KPU di daerah-daerah. Pengumuman caleg mantan napi korupsi tersebut sesuai dengan Pasal 182 dan Pasal 240 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bahwa kewajiban caleg dengan status mantan terpidana mengumumkan statusnya secara terbuka kepada publik.

Komisioner KPU Ilham Saputra menyebutkan, ada 32 orang mantan napi korupsi yang menjadi caleg di DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota yang belum diumumkan oleh instansinya pada akhir Januari lalu. Dengan begitu, total caleg mantan napi kasus korupsi ada 81 orang yang terdiri atas 23 calon anggota DPRD provinsi, 49 calon anggota DPRD kabupaten kota, dan sembilan calon anggota DPD RI.

Adapun 32 caleg tersebut berasal dari PKB (dua calon anggota DPRD kabupaten kota), PDIP (satu calon anggota DPRD kabupaten kota), Partai Golkar (satu calon anggota DPRD kabupaten kota dan satu calon anggota DPRD provinsi), serta Partai Berkarya (satu calon anggota DPRD provinsi, dan dua calon anggota DPRD kabupaten kota).

Selanjutnya, ada dari PKS (satu calon anggota DPRD kabupaten kota), Partai Perindo (dua calon anggota DPRD kabupaten kota), PPP (tiga calon anggota DPRD kabupaten kota), PAN (satu calon anggota DPRD provinsi dan satu calon anggota DPRD kabupaten kota).

Ada pula dari Hanura (lima calon anggota DPRD kabupaten kota dan satu calon anggota DPRD provinsi), Partai Demokrat (lima calon anggota DPRD kabupaten kota dan satu calon anggota DPRD provinsi), PBB (dua calon anggota DPRD provinsi), serta PKPI (dua calon anggota DPRD kabupaten kota). (AIJ/Ant/INI-Network)

Baca Juga:

Anhar Gonggong: Saya Tidak Ragu Mengatakan Dokumen Supersemar Itu Ada

hamim

Politikus PDIP Tolak Jadi Menteri Kabinet Jokowi, Alasannya Tak Punya Talenta

Syaiful

Netizen Kagum, Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK, Rajai Dunia Maya

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment