Pospapua.com
Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Toni Harsono (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (9/9). (foto : Achmad Syaiful)
Hukum & Kriminal

Korlap Demo Jayapura Jadi Tersangka Kerusuhan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menetapkan koordinator aksi demonstrasi di Jayapura pada 29 Agustus, sebagai tersangka. Keduanya diketahui berinisial FK dan AG.

Kedua koordinator  dimaksud merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip, serta Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).

Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Toni Harsono dalam keterangan persnya didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (9/9), menegaskan, kedua tersangka saat ini telah ditahan di Markas Satuan Brimobda Papua.  “FBK ditangkap di Bandara Sentani, Jumat (6/9) saat hendak menuju Wamena,” jelasnya.

Dalam unjuk rasa anakis, Toni menyebut, keduanya melakukan tindakan pidana terhadap keamanan negara, menyiarkan suatu berita, mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

FK dan AG, kata Toni,  juga telah melakukan penghinaan terhadap bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan, penghasutan melakukan suatu kejahatan atau pembakaran dan pencurian dengan kekerasan di muka umum.

“Kedua tersangka dijerat pasal 106 jo pasal 87 dan atau pasal 110 KUHP UU no 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta pasal 160 KUHP, pasal 187 dan UU darurat no 12 tahun 1951,” tegas Toni.

Selain menetapkan FK dan AG, Polda Papua juga menetapkan satu tersangka baru berinisial VCD. Dia ditangkap atas dugaan pelemparan dan pengerusakan sejumlah fasilitas saat unjuk rasa berlangsung. “Tersangka VCD ditangkap di Pos 7 Sentani,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menambahkan, total 61 tersangka dalam aksi unjuk rasa anarkis di tiga daerah di Papua. 37 tersangka terkait kerusuhan di Jayapura, 10 tersangka terkait kerusuhan di Timika dan 14 tersangka terkait kerusuhan di Deiyai.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyebutkan, FK dan AG telah dipanggil sebagai saksi dalam kerusuhan di Jayapura. Keduanya mengaku atribut lain yang dibawa dalam unjuk rasa diluar dari koordinasi mereka.

“Menurut mereka atribut lain yang dibawa pada aksi 29 Agustus sama sekali diluar koordinasi mereka, karena itu mereka meminta ada penindakan kepada siapa yang mengkoordinir aksi-aksi pengrusakan, membawa bendera, itu harus bertanggung jawab,” ujar Frits, Minggu (8/9). (Asi)

Baca Juga:

Mutilasi Sang Kekasih, Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup

Syaiful

Lima Pendulang Emas Diduga Dibunuh, Polda Turunkan Tim Investigasi ke Yahukimo

Syaiful

Tangkap Lima Tersangka Pencucian Uang, BNN Sita Rp31 Miliar Hasil Narkoba

Syaiful

Leave a Comment