Pospapua.com
Korban luka-luka akibat banjir bandang di Sentani mendapat pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura. (Dharma somba)
Nusantara

Korban Banjir Bandang Sentani Dapat Santunan dari Kemensos RI

Oleh: Ari Bagus Poernomo

Pospapua.com, Jayapura – Kementerian Sosial Republik Indonesia bakal memberikan santunan sebesar Rp 15 juta bagi keluarga korban Banjir Bandang Sentani yang meninggal dunia.

“Mengenai penjelasan soal ahli waris, kami dari Kementerian Sosial akan memberikan santunan bagi keluarga korban yang meninggal sebesar Rp 15 juta,’’ kata Yan, Staf Kementerian Sosial dalam press confrence yang dilaksanakan di posko induk, Sentani, Selasa (19/3).

Dijelaskannya, santunan tersebut akan diterima oleh ahli waris yang masih berhubungan darah dengan korban. “Misalnya anaknya yang jadi korban berarti orang tuanya yang akan terima santunan tersebut. Begitupun sebaliknya,’’ jelasnya.

Kalau orang tuanya yang meninggal yang mendapatkan itu anaknya yang sudah dewasa. Jadi kalau misalnya anaknya masih kecil itu diserahkan kepada wali, misalnya paman atau bibinya yang dirasa bisa bertanggung jawab untuk merawat anak-anak korban. ‘’Kalau meninggal semua satu keluarga perjiwa Rp 15 juta kalau bapak ibumya meninggal berarti Rp 15 juta itu di kali 2,’’ tukas Yan.

Yan juga menambahkan untuk korban luka-luka yang saat ini dirawat di rumah sakit pihaknya akan memberikan santunan sebesar Rp. 2,5 juta dengan syarat yang bersangkutan harus memberikan surat keterangan dari direktur rumah sakit bahwa yang bersangkutan benar-benar dirawat.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin ditempat yang sama menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih kesulitan untuk mengidentifikasi 40 jenazah yang telah ditemukan.

“Kami juga sudah mengimbau kepada saudara-saudara yang merasa kehilangan saudara dan keluarganya untuk mengenali dan ternyata belum ada yang bisa dikenali,’’ katanya,

Kapolda  juga mengatakan, pihaknya sudah mengambi sampel sidik jari namun masih kesulitan untuk mengidentifikasi identitas dari jenazah tersebut.

“Kalau jenzah ini sudah pernah diambil sidik jarinya dalam perekaman e-KTP, SIM dan lain sebagainya itu pasti terekam data identitasnya tapi ternyata setelah kita cocokan dengan data inafis kami yang kerja sama dengan Dukcapil itu tidak muncul identitasnya, jadi kita kesulitannya disitu” jelas Kapolda. (NDS)

Baca Juga:

Program Asmat Terang, 51 KK di Kampung Onovai Dialiri Listrik

Nethy Dharma Somba

Membangun Papua, Pemerintah Pusat Diminta Perhatikan Kearifan Lokal

Nethy Dharma Somba

Pelanggaran di Dua TPS, Bawaslu Kota Jayapura Rekomendasi PSU

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment