Pospapua.com
Massa Koalisi Konsumen Bersatu (KKB) saat berunjuk rasa di Kantor Telkom Jayapura. (foto : istimewa)
Nusantara

KKB Demo Telkom, Minta Dispensasi

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Kota Jayapura. Kali ini bukan unjuk rasa antirasisme, melainkan aksi memprotes pemblokiran akses internet di Papua yang telah berlangsung selama 8 hari, sejak Senin (19/8).

Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Koalisi Konsumen Bersatu (KKB) mendatangi Kantor Wilayah PT Telkom Papua di Jayapura, Senin (26/8) siang. Massa yang dikoordinatori Leo Himan  membawa sejumlah alat peraga, berupa pamflet bertuliskan tuntutan.

KKB merasa dirugikan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pasca aksi unjuk rasa di sejumlah daerah yang menentang rasisme mahasiswa Papua. Mereka merasa dalil membatasi beredarnya informais hoaks malah merugikan banyak masyarakat.

“Kami sebagai konsumen seharusnya mendapatkan hak sebagai masyarakat untuk dapat mengakses informasi seluas-luasnya, namun aktivitas sepanjang 1 minggu ini terganggu,” kata Leo Himan.

Dalam pernyataan sikapnya, Leo Himan meminta Kementerian Kominfo  dan PT Telkom (tbk) segera mengaktifkan kembali data seluler, dan menaikan kembali data seluler yang turun untuk pelayanan internet. KKB mengancam akan mengambil langkah tegas dengan menurunkan massa lebih besar.

“Kami akan menempuh jalur hukum, jika tuntutan tidak digubris pihak Telkom,” tegas Leo Himan.

KKB mendesak PT Telkomsel sebagai anak perusahaan dari PT Telkom (tbk) segera mengganti rugi kerugian konsumen selama sepekan dalam bentuk dispensasi selama satu bulan. “ Tuntutan kami ada dua, kami minta segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua Sabar Iwanggin menilai pemblokiran jaringan internet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jayapura dan sekitarnya sebagai kebijakan yang diskriminatif.

Warga hanya dapat mengakses data Internet apabila memiliki fasilitas jaringan Wifi di kantor atau fasilitas publik lainnya dengan akses terbatas. Sementara layanan data internet pada perangkat seluler dimatikan secara total.

Pemblokiran internet data seluler telah berlangsung selama 8 hari. Pemblokiran jaringan internet di Jayapura terjadi pasca aksi unjuk rasa ribuan warga yang memprotes tindakan kekerasan dan rasis atas mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. (Asi)

Baca Juga:

Pemilu Susulan di Jayapura Berlangsung Sukses

Nethy Dharma Somba

Danlanud Silas Papare Ingin Ada Anak Asli Papua Jadi Jenderal TNI AU

Nethy Dharma Somba

Lagi, Aparat Keamanan Gugur di Nduga

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment