Pospapua.com
Mahasiswa Stia KD Merauke melakukan kirab Bendera Merah Putih sebagai tanda kedamaian di tanah Papua, Senin (16/9). (foto : Humas Polda)
Nusantara

Kirab Merah Putih Tandai Kedamaian Tanah Malind

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Merauke – Deklarasi damai di Kabupaten Merauke sungguh apik. Keunikan itu menyusul kirab bendera Merah Putih sepanjang 74 meter oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Karya Dharma Merauke di halaman Kantor Bupati, Senin (16/9).

Iringan pawai budaya berbagai etnis seluruh nusantara se-Indonesia menambah pesona deklarasi damai tersebut. Ratusan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Atas dilibatkan.

Deklarasi damai melahirkan empat butir kesepakatan bersama. Pertama, warga NKRI di tanah Malind dengan aneka suku, bahasa dan adat istiadat bersepakat menjaga persatuan dan kesatuan di Papua. Kedua, hidup berdampingan rukun, damai dengan penuh kasih dalam bingkai Izakod bekaiIzakod Kai.

Kemeriahan kirab Bendera Merah Putih tandai deklarasi damai di Merauke, Senin (16/9). (foto : Humas Polda)

Ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh Isu-isu yang tidak benar, serta menolak rasis dan hoaks. Keempat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota diseluruh Indonesia memberi perlindungan dan kenyamanan kepada warga Papua di mana pun berada.

Bupati Merauke Frederikus Gebze, mengatakan, negeri ini adalan pencetus istana damai, istana cinta kasih dan istana persaudaraan dan bineka tunggal ika. “Kami ingin semua etnis nusantara jangan takut tentang keamanan, saling menghargai, saling menghormati dan saling mengayomi dan melayani,” tuturnya.

Menurut, Pemerintah Indonesia telah membangun Papua dengan sangat luar biasa. “Terima kasih bapak Jokowi, terima kasih TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan di tanah ini hingga kondusif,” katanya.

Masyarakat Merauke pawai budaya nusantara dalam deklarasi damai di Merauke, Senin (16/9). (foto : Humas Polda)

Johanes Gluba Gebze, tokoh masyarakat setempat mengatakan, seluruh masyarakat Merauke merupakan orang-orang yang dirahmati Allah SWT untuk menghuni negeri tanah damai ini. Dia pun memuji kebesaran hati masyarakat Merauke yang mencintai perbedaan.

“Kita tidak butuh Presiden yang berbadan besar, namun kita butuh Presiden yang memiliki kasih sayang yang besar. Kami  setia mengibarkan semangat persatuan dan kesatuan dari tempat ini, kita kirim matahari terbit dari Merauke hingga ke Sabang,” cetusnya.

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung menandatangani kesepakatan bersama menjaga kedamaian Papua, Senin (16/9). (foto : Humas Polda)

Sementara itu, Staf Ahli Kepresidenan,  Ali Mochtar Ngabalin menyebut, hari ini adalah tonggak sejarah istana damai, cinta kasih dari Merauke. Dia pun mengusullkan kepada Presiden Joko Widodo agar deklarasi damai dilaksanakan berjenjang hingga Sabang.

“Kalau mau mengukur Indonesia tidak usah jalan jauh-jauh, datang saja ke Merauke. Kalau mau lihat Republik Indonesia ukur kedamaian dari Merauke. Tuhan memberkati Merauke memegang prestasi tetap aman dan damai,” tuturnya. (Asi)

Baca Juga:

2.813 Pendaftar CPNS di Kabupaten Jayapura Ikut Tes CAT

Nethy Dharma Somba

Bawaslu Jayapura Waspadai Money Poltics dan Mobilisasi Massa

Nethy Dharma Somba

Kematian 17 Warga di Bomela Yahukimo, Jangan Hanya Salahkan Dinas Kesehatan

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment