Pospapua.com
Khansa Syahlaa (13) Gadis Penakluk Kilimanjaro dan Cartenz. (foto: indonesiainside)
Feature

Khansa Syahlaa, Gadis Cilik Penakluk Gunung Kilimanjaro dan Carstenz

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Pospapua.com, Jakarta — Bagi para traveler pendaki gunung, mungkin sudah tak asing dengan nama Khansa Syahlaa. Gadis berumur 13 tahun ini, merupakan seorang pendaki perempuan cilik asal Cibubur, Gunung Putri, Bogor, kali ini kembali meneruskan petualangannya pada bulan Juni 2019.

Namanya populer setelah menaklukkan puncak Carstenz, Papua tahun 2017 lalu. Di tahun 2019 ini, Khansa bersama sang ayah, berhasil menjejakan kaki di puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Gunung tertinggi di benua Afrika yang merupakan bagian dari 7 Summit dunia.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Aulia Ibnu Sina dan Pramudhi Ayu ini, terlahir dari keluarga pendaki. Darah petualangan ia dapat dari ayahnya yang seorang pendaki professional. Selain menaklukan atap gunung di Indonesia, Aulia juga pernah menggapai puncak Gunung Eibrus, Rusia dengan ketinggian 5.642 mdpl, Kilimanjaro di Afrika Selatan ketinggian 5.895 mdpl, dan Puncak Himalaya, 5.356 mdpl.

Kilimanjaro atau dulu disebut Kaiser-Wilhelm-Spitze adalah gunung di timur laut Tanzania. Kilimanjaro adalah gunung api yg sudah tidak aktif dan merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Bagian puncaknya bahkan diselimuti salju abadi. Terletak di Tanzania, Kilimanjaro merupakan gunung tertinggi di benua Afrika dan menempati peringkat keempat dalam konsep 7 summit dunia versi Reinhold Messner yang merupakan seorang mounteneering ternama.

Petualangan Penuh Tantangan

Saat dihubungi oleh tim indonesiainside, Khansa mengaku jika menaklukkan gunung Kilimanjaro adalah mimpinya sejak lama. “Gunung Kilimanjaro itu gunung impian aku dari dulu” ungkapnya.

Siswi kelas 8 An Nahl Islamic school Cibubur ini mengungkapkan, jika dalam petualangannya menaklukkan gunung tertinggi di dunia ini penuh dengan tantangan. Khansa mendaki disaat cuaca sedang pergantian musim hujan. Hujan yang mengguyur setiap hari dan udara yg dingin sempat menyebabkan Khansa mengalami mual dan muntah pada pendakian hari ke-2 di Sierra Camp 2.750 m saat aklimatisasi atau penyesuaian tubuh di atas ketinggian.

Ayahnya, Aulia Ibnu sempat berpikir untuk menunda bahkan menghentikan pendakian, namun melihat tekad dan semangat Khansa yang kuat, akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Tidak memerlukan tehnik pendakian yang khusus, untuk menaklukkan Kilimanjaro. Akan tetapi, perjalanan menanjak dilakukan memutar guna aklimatisasi karena tingginya gunung tersebut. Hanya 1 lokasi yang membutuhkan tehnik pendakian khusus yaitu di Baranco Wall yang cukup terkenal di mata para pendaki. Di sana, Khansa harus menggunakan tehnik scrambling atau jalan merayap naik di dinding gunung yang curam dengan hati-hati sampai di ketinggian 4.600 m

Strategi dalam pendakian menuju puncak juga mereka perhitungkan dengan matang. Salah satunya adalah mensiasati udara dingin untuk menjaga agar tubuh agar tidak terkena AMS (Acute Mountain Sickness). Akhirnya, Khansa pun berhasil meraih puncak pada pukul 8.45 waktu setempat.

Melakukan Persiapan Fisik Sebelum Mendaki

Mendaki gunung, tentunya membutuhkan persiapan fisik dan mental yang kuat. Khansa menuturkan, sebelum melakukan pendakian ke Kilimanjaro, ia mempersiapkan diri dengan latihan fisik secara tekun selama jangka waktu 4 bulan.

“Karena gunung Kilimanjaro ini berbeda (jika dibandingkan dengan gunung di Indonesia-red) aku persiapan latihan fisiknya selama empat bulan sebelumnya. Latihan fisiknya seperti berenang, naik sepeda, jogging, lari, fitness, sit-up, plank dan latihan-latihan lainnya” ungkapnya.

Saat ini, sudah 2 puncak gunung tertinggi di dunia yg berhasil dicapai Khansa. Yakni puncak Kilimanjaro 5.895m, dan puncak Cartenz pyramide 4.848 m pada 2017 lalu. (Hingga sekarang, Khansa masih memegang rekornya di Carstenz sebagai pendaki perempuan termuda dunia).

Gadis yang bercita-cita sebagai seorang Arkeolog ini pun memiliki ambisi untuk bisa menaklukkan 5 puncak gunung tertinggi dunia lainnya. (*/Dry/nds)

 

Baca Juga:

Agus Bei, Hijaukan Pantai Seluas 40 Hektar dengan Mangrove

Nethy Dharma Somba

Lima Destinasi Snorkeling Terindah di Raja Ampat

Nethy Dharma Somba

520 ASN Provinsi Papua Dikerahkan ke Lokasi Bencana

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment