Pospapua.com
Situasi di Bandara Wamena saat kerusuhan, Senin (23/9). (foto : istimewa)
Headline

Kerusuhan Wamena Telan 16 Nyawa Warga Sipil

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Wamena – Komando Distrik Militer (Kodim) 1702 Jayawijaya mencatat 16 warga sipil menjadi korban tewas dalam kerusuhan dan bentrok yang terjadi pada Senin (23/9). Kerusuhan ini dipicu isu rasisme di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Wamena.

Komandan Kodim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf Candra Diyanto menyebut, 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan berasal dari warga asli Papua dan non-Papua. Selain menyebabkan korban tewas, kerusuhan juga menimbulkan 65 warga mengalami luka-luka.

“Korban luka 65 orang, sedangkan korban meninggal ada 16 orang. Korban meninggal campur dari pendatang (non-Papua) dan pribumi (asli Papua),” papar Candra saat dihubungi dari Jayapura, Senin malam.

Menurut dia, rata-rata korban kerusuhan di Wamena merupakan warga sipil. Sementara untuk korban dari aparat keamanan, Candra menyebut tidak ada. “Semua warga sipil, anggota nggak ada,” terangnya.

Candra menyatakan, secara umum situasi di Kota Wamena kondusif. Namun, pihaknya masih berjaga – jaga untuk mengantisipasi demonstrasi susulan maupun serangan fajar, pada Selasa (24/9).  “Kami masih berjaga-jaga standby 24 jam, semua objek vital kita amankan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan,  Demonstrasi tolak rasisme ratusan pelajar yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9) berlangsung anarkis. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum dirusak massa. Bahkan, Kantor Bupati Jayawijaya turut terkena imbas. (Asi)

Baca Juga:

Purtier Plasenta Ilegal, Bukan Obat untuk Pengidap HIV/AIDS

Nethy Dharma Somba

Menteri Agama Diperiksa KPK Hari Ini Sebagai Saksi

Nethy Dharma Somba

Peringati Hari Pentakosta Kedua, Provinsi Papua Masih Libur Hari ini

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment