Pospapua.com
Ilustrasi mayat (foto : istimewa)
Hukum & Kriminal

Keroyok Kapolsek, Bandar Narkoba Tewas Tertembak

Oleh: Daniel P |

Pospapua.com, Medan – Seorang bandar narkoba di Medan berinisial AG tewas tertembak usai mengeroyok Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dalam penggerebekan kampung narkoba di Marindal, Kamis (8/8) petang.

AG meregang nyawa karena kehabisan darah saat menjalani perawatan akibat luka tembak pada bagian betis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo saat dikonfirmasi mengatakan, penggerebekan ini berawal dari informasi warga terkait aktivitas transaksi narkoba di salah satu rumah di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun Pasar IV, Selasa (6/8).

“Polsek Patumbak kemudian melakukan penggerebekan, dua hari berikutnya,” kata Raphael, Sabtu (10/8).

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Patumbak bersama Kanit Reskrim. Dalam operasi itu, polisi berhasil meringkus tiga pengedar narkoba berinisial Sum alias Umar, Sun alias Karyo dan Sus alias Susan.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang telah dibungkus dalam beberapa paket, kaleng rokok tempat menyimpan plastik klip dan uang tunai. “Saat diinterogasi, mereka mengaku mendapat pasokan barang dari AG,” jelasnya.

Pasca penggerebekan, aparat melakukan pengembangan guna membekuk AG.
“Petugas mendapatinya sedang duduk-duduk di depan rumahnya untuk menunggu pembeli sabu, namun diketahui AG hingga langsung kabur ke arah jalan besar. Kapolsek  dan seorang anggotanya melakukan pengejaran,” katanya.

Saat tiba di jalan besar, sekitar 20 orang rekan AG langsung menghampiri dan mengeroyok Kapolsek Patumbak dan beberapa anggotanya. Setelah mengeroyok, para pelaku langsung kabur.

AKP Ginanjar sendiri mengalami luka di bagian wajah dan lengannya akibat pengeroyokan ini. Hingga kini, dia masih dirawat di salah satu rumah sakit di Medan.

Mendapat informasi rekan mereka dianiaya, Satuan Reserse Narkoba dan Tim Pegasus Polrestabes Medan langsung turun ke lapangan untuk memburu para pelaku, terutama AG. AG berhasil dibekuk pada hari itu juga, saat sedang bersembunyi di kamar mandi di salah satu rumah warga di sana.

Petugas juga menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi sabu, timbangan elektrik, seratusan plastik kosong dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan narkoba yang dibuang tersangka ke toilet.

AG kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Kapolsek dan anggotanya. Namun setibanya di Jalan Marindal, tepatnya di belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur.

“Petugas memberi tembakan peringatan, tapi tak diindahkan. Kemudian, petugas memberi tindakan tegas dengan menembak betisnya,” katanya.

Nahas tersangka yang terluka justru melompat ke parit. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Beberapa jam dirawat, tersangka akhirnya tewas. Hingga kini jasad tersangka masih di rumah sakit.

“Pelaku ini memang sudah menjadi target operasi. Dalam sepekan, dia mampu menjual hingga satu kilogram sabu. Sementara, Kapolsek Patumbak hingga hari ini masih dirawat di rumah sakit,” bebernya. (Far/asi)

Baca Juga:

Mutilasi Sang Kekasih, Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup

Syaiful

Gubernur : Proses Hukum Tersangka Kerusuhan Tetap di Papua !

Syaiful

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Sabu dari Malaysia

Syaiful

Leave a Comment