Pospapua.com
Rizki Handayani Mustafa menabuh tifa (tiga dari kiri) tanda pembukaan Festival Teluk Humboldt ke 11 di kawasan Pantai Hamadi, Kota Jayapura. (foto : Achmad Syaiful)
Ekonomi Nusantara

Kemenpar Setuju Nama Festival Teluk Humboldt Tak Berganti

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendukung pernyataan Wali Kota Benhur Tomi Mano yang mempertahankan nama Festival Teluk Humboldt dalam setiap ivent tahunan meski berpindah lokasi.

“Saya salut sudah 11 tahun Festival Teluk Humboldt terlaksana, saya setuju namanya tetap tidak diubah dimana pun lokasi pelaksanaannya karena branding,” tegas Deputi Pengawasan Pemasaran 1 Kemenpar RI, Rizki Handayani Mustafa saat membuka Festival Teluk Humboldt 11 di Jalan lingkar ring road, kawasan Pantai Hamadi Kota Jayapura, Senin (5/8) malam.

Menurut Rizki, membangun branding (label) tidak gampang yang sudah dikenal oleh masyarakat. Apalagi branding Festival Teluk Humboldt sudah menyimpan sejarah Kota Jayapura. “Kalau sudah kenal dan kemudian diganti, maka orang akan mulai dari titik awal lagi. Kalau sudah ada ceritanya dan sejarah, maka tetap pakai nama itu,” tuturnya.

Tarian penyambutan tamu dalam Festival Teluk Humboldt ke-11 (foto : Achmad Syaiful)

Dia pun memberikan contoh Tour de Singkarak di Sumatera Barat berarti bersepeda mengelilingi Danau Singkarak, yang malah dipertanyakan oleh masyarakat setempat. Padahal nama itu telah dikenal masyarakat luas.

Selain nama festival, Rizki juga meminta Pemerintah Kota Jayapura tetap mempertahankan kampung adat yang terdapat dalam kota. Kampung dalam kota ini justru menjadi daya tarik wisatawan. “Ini keunikan jangan dibuang, namun kampung itu harus dikembangkan supaya lebih menarik,” ujarnya.

Destinasi wisata harus meliputi tiga aspek, yaitu atraksi, akses dan amenitas yang memudahkan kunjungan wisatawan. Aspek atraksi sendiri ada yang berbasis alam, budaya dan buatan manusia. “Festival, atraksi buatan manusia berbasis budaya. Misalnya culture yang menjadi identitas Kota Jayapura,” urainya.

Salah satu tarian yang disuguhkan dalam Festival Teluk Humboldt ke 11. (foto : Achmad Syaiful)

Sebelumnya, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyatakan akan tetap mempertahankan nama Festival Teluk Humboldt dalam setiap ivent tahunan dimana pun lokasi pelaksanaannya. “Kita mau bikin di Jakarta, Amerika maupun Australia, tetap namanya Teluk Humboldt. Kok sewot,” tegasnya.

Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menggairahkan dunia usaha di Kota Jayapura. “Saya terus berusaha agar investiasi dipermudah di kota ini dengan perijinan. Saya terus lakukan sistem online untuk memudahkan para pengusaha yang ingin berinvestasi,” katanya.

Pemerintah Provinsi  perlu mengatur jadwal pelaksanaan festival di Papua, sehingga dapat menarik wisatawan. “Festival Teluk Humboldt, Festival Danau Sentani, Festival Lembah Baliem, kemudian Festival di Raja Ampat baiknya diatur, sehingga turis bisa bersambung menyaksikan setiap festival,” usul Tomi.(asi)

Baca Juga:

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Pasca Rusuh

Syaiful

BPN: Prabowo-Sandi Siapkan Strategi Atasi Krisis Energi

hamim

Peneliti: Data Tak Valid Picu Impor Pangan

hamim

Leave a Comment