Pospapua.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua dari kiri) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua dari kanan) saat tatap muka dengan tokoh agama di Papua, Jumat (6/9). (foto : Humas Polda)
Nasional

Kapolri : Tokoh Agama Berperan Sebagai Penyejuk Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Gejolak di Papua yang terjadi beberapa hari usai peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74, masih menyedot perhatian warga di nusantara. Berbagai upaya telah ditempuh pemerintah untuk mendinginkan situasi di wilayah timur Indonesia ini.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pentingnya peran tokoh agama untuk menciptakan kedamaian di tanah Papua yang dihuni berbagai suku, agama dan bahasa. Dia berharap tokoh agama dapat sebagai penyejuk dari masa  ke masa.

“Kekuatan agama sangat berpengaruh karena agama dibentuk dan diciptakan oleh Tuhan dalam rangka untuk menciptakan kedamaian dan nilai nilai yang konstutif, nilai kebersamaan, cinta kasih agar menuju ke jalan yang benar.  Peran agama menjadi sangat penting karena merupakan mandat dari Tuhan,” kata Tito.

Menurut Tito, pemikiran dan ilmu para tokoh agama akan digunakan secara terus menerus tanpa mengenal waktu.  “Saya sangat memahami, ada beberapa arahan kepada Kapolda yang berdinas di Papua.  Saya sampaikan, di Papua yang didengar oleh publik adalah tokoh agama,” ujarnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan ingin mendengar akar permasalahan dari para tokoh agama di Papua.  Dia pun menyesalkan keributan yang terjadi di Surabaya, Malang, Manokwari dan daerah lain di Indonesia.

“Misi urama TNI-Polri hanya memberikan perdamaian agar Papua menjadi rukun dan damai. Kita semuanya tidak ingin ada pertikaian disini, oleh karena itu tokoh agama merupakan komponen bangsa untuk menjaga kerukunan di bumi nusantara ini,” katanya.

Hadi bercerita saat dirinya menemui seorang perwira dari Pasukan Khusus untuk menanyakan kunci untuk memiliki gerak-gerik cekatan dalam bertindak. “Saya bertanya kepada dia, kenapa kamu memiliki sikap yang baik ini dan dia menjawab, karena saya orang gereja, artinya tokoh agama mampu membentuk karakter sumber daya manusia yang unggul,” ungkapnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua dari kiri) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua dari kanan) berfoto bersama dengan tokoh agama di Papua, Jumat (6/9). (foto : Humas Polda)

Ketua FKUB Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk berterima kasih kehadiran Panglima TNI dan Kapolri di Papua untuk mendamaikan bumi tercinta ini. Dia pun tak menginginkan timbulnya konflik kembali di Papua.

“Konflik selesai dengan aman dan damai, saya tidak mau ada lagi konflik konflik di tanah yang kita cintai. Saya tidak ingin melihat korban berjatuhan, terima kasih kepada semua yang telah menjaga kedamaian di atas tanah ini,” tuturnya.

Dalam tatap muka juga dibacakan enam butir seruan kesepakatan damai tokoh lintas agama di Papua. Seruan dibacakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Pendeta  Amsal Yowei dihadapan petinggi Polri dan TNI ini.

Adapun enam butir seruan dimaksud  meliputi, (1) imbuan seluruh elemen masyarakat agar menjaga dan mempertahankan tanah Papua damai. (2) Doa dan puasa bersama lintas agama pada 6 September 2019. (3) menolak demonstrasi pada situasi dan kondisi terkini di Papua karena berisiko anarkis.

(4) Menolak rasisme antar elemen masyarakat di Indonesia. (5) Meminta Menteri Komunikasi dan Informatika memulihkan akses internet di Papua. (6) Perlunya ada Asrama Nusantara bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. (Asi)

Baca Juga:

Mengenal Sejarah Lahirnya Hari Pekerja Nasional

hamim

Keamanan Negara Lebih penting daripada Privasi, Polisi Berpatroli di Group WA

Nethy Dharma Somba

Enam Wilayah Belum Kondusif, Kominfo Enggan Pulihkan Internet di Papua?

Syaiful

Leave a Comment