Pospapua.com
Panglima TNI dan Kapolri menunjukan soliditas dan kemesraan pada HUT Bhayangkara ke 72 di Makodam XVII Cenderawasih Papua dan di Polda Papua. (Foto Dok Humas Mabes Polri)
News

Kapolri dan Panglima TNI Kunjungi Papua, Ini Bocoran Agendanya !

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto diagendakan akan mengunjungi Jayapura, Ibukota Provinsi Papua, Selasa (27/8), pasca rentetan aksi unjuk rasa protes rasisme mahasiswa Papua.

Rombongan dijadwalkan tiba di Jayapura pukul 15.00 WIT. Sejumlah perwira tinggi (Pati) di Mabes Polri maupun Mabes TNI dikabarkan mendampingi kedua pimpinan tertinggi TNI-Polri itu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ke Jayapura. “Iya, rencannya Selasa sore beliau tiba di Jayapura. Mudah-mudahan agenda tidak berubah,” kata Kamal.

Menurut Kamal, mantan Kapolda Papua dan Panglima TNI ini akan memberikan arahan kepada anggota Polri dan TNI di Jayapura. Arahan akan disampaikan di Markas Polda Papua, sekitar pukul 16.00 WIT.   “Sore nanti, beliau dari Bandara Sentani Jayapura langsung ke Mapolda Papua untuk arahan. Usai arahan, rekan-rekan bisa doorstop,” terangnya.

Usai memberikan arahan, lanjut Kamal, Kapolri dan Panglima TNI akan melakukan pertemuan tertutup dengan para tokoh di Papua. Pertemuan yang dibalut dalam kegiatan tatap muka diagendakan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun tokoh perempuan.

“Untuk tatap muka dengan para tokoh dilaksanakan di Swisbel Hotel sekitar pukul 19.30 WIT. Itu agenda awalnya,” kata Kamal.

Berdasarkan informasi yang tersiar, diduga tatap muka dengan para tokoh di Jayapura berkaitan dengan situasi keamanan di Papua, pasca aksi unjuk rasa protes rasisme mahasiswa Papua yang terjadi di Surbaya, Jawa Timur.

Isu rasisme di Surbaya menyebabkan aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat. Aksi ini menyebabkan keluarnya kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk memblokir akses internet di kedua provinsi paling timur Indonesia.

Pemblokiran layanan data internet pada perangkat seluler dimaksudnya untuk menekan peredaran berita bohong atau hoaks yang dikhawatirkan dapat memprovokasi masyarakat di Papua maupun Papua Barat. (Asi)

Baca Juga:

Roadshow MIUMI, Bachtiar Nasir Ingatkan Arah Perjuangan Umat Islam

Anjar Asmoro Heryanto

Kemenag Akan Bentuk Tiga Dirjen Pendidikan Islam

Firman

Fadli Zon: Perlukah Pers Menjilat Pada Kekuasaan?

hamim

Leave a Comment