Pospapua.com
Heffinur, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua. (istimewa)
Nusantara

Kajati Papua Janji Tahan Tersangka Korupsi Dana Hibah KPU Sarmi

Oleh: Dharma Somba |

Pospapua.com, Jayapura – Tersangka korupsi dana hibah KPU Sarmi akan ditahan Kejaksaan Tinggi Papua setelah pelaksaan Pemilu 2019. “Insyaallah pekan depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) mulai bergerak, nanti teman-teman bisa lihat apa yang akan kami lakukan terhadap pelaku korupsi itu,” terang Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Heffinur kepada wartawan, Senin (29/04/2019).

Intinya, kata Heffinur, siapa yang sudah berstatus tersangka kasusnya akan ditindak lanjuti,  selanjutnya apakah ada perkembangan lebih lanjut terhadap kasus tersebut tentu juga akan di tindak lanjuti.

Kasus ini kata Heffinur terkesan lambat ditangani, karena saat ini semua orang terfokus pada agenda nasional Pemilu 2019. “Memang lantaran moment Pemilu ini, kejaksaaan masih terfokus untuk penyelenggaraannya, namun demikian agenda pemilu 2019 sudah hampir rampung, sehingga hal-hal seperti ini kan saling terkait walaupun secara hukum tidak seperti itu. Yang pasti tidak stag, saya janji kita akan tindak lanjuti ini,”,” Pungkas Heffinur.

Kasus dugaan korupsi dana Hibah Pilkada Kabupaten Sarmi tahun 2016 sebesar Rp 36 M merupakan temuan BPK. Dana yang bersumber dari APBD Sarmi Tahun 2016 itu, di kelola oleh dua pejabat berbeda yakni JGRW selaku Plt Sekretaris KPU Sarmi masa jabatan  April 2015-Oktober 2016. Dan RU sebagai Plt Sekretaris KPU Sarmi periode Oktober 2016 hingga Juni 2017.

Sebelumnya JGRW juga telah di tetapkan tersangka dengan jumlah kerugian negara kurang lebih Rp. 9 miliar. Selain RU dan JGRW Kejati Papua juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, masing-masing bendahara APBN, ABH dalam dugaan tindak pidana korupsi lainnya bersama-sama dengan JG dengan nilai kerugian negara sekitar satu milar rupiah.

Sementara itu untuk tersangka RU penetapan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor 02/T.1/Fd.1/01/2019 tertanggal 16 Januari 2019, RU dinyatakan sebagai tersangka dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp14.911.118.572 ( Empat Belas Miliar Sembilan Ratus, Sebelas Juta, Seratus Delapan Belas, Lima Ratus Tujuh Puluh Dua Rupiah).

Menurut Aspidsus Kejati Papua, Bangkit Sormin yang didampingi Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua, Nixon Nila Mahuse, mengatakan peran RU dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Sarmi ini, karena bersangkutan diduga melakukan pertanggung jawaban fiktif dan mark up terhadap sisa anggaran tahapan Pemilukada saat itu menjabat sebagai Plt Sekretaris KPU Kabupaten Sarmi, Oktober 2016 hingga Juni 2017. (nds)

Baca Juga:

ASN Diingatkan Gunakan Hak Pilih Pada 17 April 2019

Nethy Dharma Somba

Bawaslu Jayapura Waspadai Money Poltics dan Mobilisasi Massa

Nethy Dharma Somba

Canangkan Hari RA Kartini, Walikota Jayapura Ajak Warga Jangan Golput

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment