Pospapua.com
Bagian kokpit pesawat US-Bangla Airlines jatuh di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu. (Foto: Reuters)
Internasional News

Jumlah Kematian Penumpang Pesawat Komersial Meningkat Tahun 2018

ASN yang berbasis di Belanda menyebut kebanyakan kecelakaan pesawat terjadi akibat lost-of-control (LOC), kehilangan kendali

Jakarta — Jumlah kematian yang melibatkan pesawat penumpang di seluruh dunia melonjak pada tahun 2018 setelah maskapai tidak mencatat kematian pada tahun sebelumnya, menurut perusahaan konsultan Belanda dan kelompok keselamatan penerbangan.

Baik maskapai Belanda, To7o, dan Aviation Safety Network telah melaporkan pada hari Minggu (1 Januari 2019) bahwa ada lebih dari 500 kematian yang disebabkan kecelakaan pesawat penumpang pada tahun 2018.

Namun kedua belah pihak menekankan bahwa cedera mematikan jarang terjadi, tulis Reuters.

To70 memprediksi tingkat kecelakaan fatal untuk pesawat komersial besar adalah 0,36 per juta penerbangan, atau kecelakaan fatal untuk setiap 3 juta penerbangan.

Jumlah ini lebih tinggi dari tingkat 0,06 per juta penerbangan pada 2017 dan lebih tinggi dari rata-rata selama lima tahun terakhir, yaitu 0,24 per juta penerbangan.

Jumlah kematian yang melibatkan pesawat di seluruh dunia menurun selama 20 tahun terakhir. Pada 2005, 1.015 kematian dilaporkan di seluruh dunia, menurut Aviation Safety Network.

Meskipun ada peningkatan jumlah kematian, 2018 masih dianggap sebagai tahun ketiga teraman dalam hal jumlah kematian yang dilaporkan. Ini juga merupakan tahun kesembilan teraman berdasarkan angka kematian yang dilaporkan, menurut kelompok pemantau.

Pada tanggal 29 Oktober, pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah ia berangkat dari Jakarta, menelan korban 189 orang.

Pada Mei, pesawat Boeing 737-201 Cubana jatuh di luar bandara Havana, menewaskan 112 orang. Pada bulan Maret, 51 dari 71 orang tewas ketika pesawat US-Bangla Airlines jatuh ketika mendarat di bandara internasional di Nepal.

Pada bulan Februari, sebuah pesawat yang dikendalikan Saratov Airlines jatuh di Rusia setelah meninggalkan Stepanovskoye, mengorbankan semua 71 orang. Pada bulan yang sama, sebuah pesawat Aseman Airlines menabrak sebuah gunung di Iran. Sebanyak 66 orang tewas oleh kecelakaan itu.

ASN yang berbasis di Belanda menyebut kebanyakan kecelakaan pesawat terjadi akibat lost-of-control (LOC), kehilangan kendali. Sedikitnya 10 dari 25 kasus kecelakaan pesawat terburuk selama 5 tahun terakhir terjadi akibat LOC.

LOC adalah keadaan di mana pesawat tidak dapat kembali ke jalur penerbangan semestinya setelah sempat meyimpang. Hal itu dapat disebabkan oleh gangguan pada mesin, kesalahan manusia atau gangguan alam. Menurut ASN, kebanyakan kasus kecelakaan pesawat akibat LOC merenggut korban jiwa.*

(Nurcholis/INI-NETWORK)

Baca Juga:

Polisi Amankan Andi Arief Karena Gunakan Narkoba

hamim

Jalin Silaturahmi dengan Warga, Mbak Tutut Kunjungi 3 Lokasi di Banten

hamim

Susupi Protes Rasisme, Egianus Kogoya Gandeng Kelompok Wamena dan Lanny Jaya  

Syaiful

Leave a Comment