Pospapua.com
Mendagri Tito Karnavian (dua dari kiri) meninjau Jembatan Merah, Ikon Kota Jayapura, Sabtu (26/10). (foto: Puspen Kemendagri)
Headline Nasional

Jembatan Merah Telan Rp1,8 Triliun, Mendagri Harap Ekonomi Warga Terdorong

Oleh: Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Menteri Dalam Negeri, Purnawirawan Jenderal Polisi Tito Karnavian berharap keberadaan Jembatan Merah yang menghubungkan wilayah Distrik Jayapura Selatan dan Muara Tami, Kota Jayapura dapat mendorong perekonomian masyarakat Papua.

“Kemudian ini (Jembatan Holtekamp) diharapkan menjadi pendukung ekonomi masyarakat, karena ini memotong jalur dari Hamadi, mudah-mudahan nanti mempercepat sarana itu,” kata Tito Karnavian usai meninjau Jembatan Merah yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo, pekan depan.

Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura membentang 732 meter di atas perairan Teluk Youtefa. Sama halnya dengan yang diharapkan Presiden Joko Widodo, jembatan ini nantinya akan menjadi ikon baru Papua. “Jembatan ini luas, mudah-mudahan menjadi kebanggaan masyarakat Papua,” ujarnya.

Tak hanya itu, jembatan Holtekamp mempercepat waktu tempuh dari Jayapura ke Muara Tami dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw. Jembatan ini juga menjadi salah satu penanda kemajuan pembangunan di Papua.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun mengatakan, pembangunan Jembatan Merah telah menghabiskan anggaran sebesar Rp1,8 Triliun. Dana ini diperuntukan untuk pembangunan jembatan sepanjang 732 meter dan 10 kilometer jalan penghubung.

Petugas mendirikan panggung menjelang peresmian Jembatan Merah oleh Presiden Jokowi, Sabtu (26/10). (foto : Achmad Syaiful/Pospapua.com)

“Total lebih dari Rp1,8 Triliun, karena untuk membangun jembatan sepanjang 732 meter dan jalan juga 10 kilometer,” terang Osman saat ditemui disela-sela peninjauan Jembatan Merah oleh Mendagri Tito Karnavian, Sabtu (26/10).

Dia menambahkan, berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Papua, penyelesaian lahan akan diselesaikan usai peresmian jembatan oleh Presiden Jokowi. “Pembebasan lahan yang belum terbayarkan untuk Kota Jayapura sebesar Rp8 miliar, sedangkan Pemprov Papua sebesar Rp5 miliar,” kata Osman.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyatakan, situasi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya maupun Jayapura kondusif menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo, yang diagendakan pada Senin (28/10) mendatang.

“Wamena, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dalam kondisi kondusif. Mudah-mudahan kehadiran beliau (Jokowi) di tanah Papua akan memberikan warna lain dalam arti kata untuk segera memulihkan masyarakat yang ada di Wamena,” tuturnya.

Kamal menegaskan pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan razia di tiga daerah yang menjadi tujuan kunjungan Presiden Joko Widodo di Papua. Ketiga daerah dimaksud, Wamena-Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

“Jelang kunjungan beliau (Jokowi), kegiatan kepolisian baik razia dan patroli kita tingkatkan. Ini juga untuk menyakinkan aparat kepolisian akan memberikan perlindugan kepada masyarakat di Wamena maupun Jayapura,” tegasnya. (Asi)

Baca Juga:

Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Nasional Dimulai Hari Ini

Nethy Dharma Somba

Minimnya Informasi, Kendala Utama Pencarian Heli MI-17

Nethy Dharma Somba

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Restrukturisasi Militer

hamim

Leave a Comment