Pospapua.com
Warga Kampung Waiya, Jayapura sepakat tolak hoaks dan rasisme, Minggu (15/9). (foto : dok Humas Polda)
Nusantara

Jaga Damai, Polisi Turun Kampung Tebar Spirit Tolak Hoaks dan Rasisme

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Semangat menjaga kedamaian di Papua terus digelorakan aparat kepolisian hingga ke perkampungan, pascakerusuhan. Spirit menolak hoaks, rasisme serta pungutan liar (pungli) terus ditebar.

Seperti yang dilakukan aparat Polsek Depapre di Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Minggu (15/9). Mereka mensosialisasikan bahaya hoaks serta sanksi hukum bagi penyebarnya.

Kanit Provos Polsek Depapre, Brigadir Kepala Marhaban menyebut, banyak sekali beredar berita di media sosial yang tidak benar atau hoaks. Dia meminta masyarakat selektif dalam menerima informasi di media sosial.

“Apabila ingin ikut serta menyebarluaskan informasi, maka harus dicek terlebih dulu, apakah berita itu benar atau tidak. Sebab, kalau kita menyebarkan hoaks, maka akan konsekuensi hukum yang harus diterima dengan dipidana UU ITE,” terangnya saat menyambangi Jamaah Masjid Al-Musafirin yang tengah bekerja bhakti.

Selain hoaks, Marhaban juga memberikan pemahaman soal pungli yang kerap terjadi tanpa disadari masyarakat. Padahal pemberi dan penerima pungli sama-sama dapat dipidana karena perbuatannya.

“Semua pungutan yang tidak mempunyai dasar hukum itu adalah pungli. Jadi masyarakat harus paham apa itu pungli, apabila menemukan pungli segera laporkan, kami proses hukum pemberi dan penerimanya,” tegasnya.

Dia pun meminta masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi dengan menghargai segala perbedaan. Misalnya dengan tidak memandang rendah antara satu sama lain di lingkungan tempat tinggal.

“Kita semua diciptakan Tuhan adalah sama, meskipun kita berbeda suku, agama, ras, dan golongan sosial lainnya, tapi kita sama dihadapan Tuhan. Kita semua adalah saudara satu nusa satu bangsa yang dipersatukan oleh Pancasila sebagai satu kesatuan NKRI,” tuturnya.

Marhaban mengajak seluruh masyarakat Jayapura agar mensukseskan Pekan  Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 yang akan digelar di Papua. “Sebuah kebanggan besar, Papua dipercaya sebagai tuan rumah PON 2020, apalagi Jayapura memiliki stadion megah untuk penyelenggaraan PON mendatang,” tutupnya. (Asi)

Baca Juga:

Om Darwis, Lorong Buntu jadi Taman Wisata

Nethy Dharma Somba

Lagi, Ditemukan Bangkai Paus Terdampar di Pantai Timika, Papua

Nethy Dharma Somba

Tim DVI sudah Identifikasi 33 Korban Banjir Bandang Sentani

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment