Pospapua.com
Densus 88 memberi garis polisi rumah pascateror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.
Headline Nasional

Istri Pelaku Bom Medan Sering Kunjungi Napi Teroris, Ada Apa?

Oleh: Daniel P |

Pospapua.com, Medan- Teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) terus ditelusuri. Sejumlah fakta-fakta terus dikumpulkan untuk menguak jaringan pelaku bom bunuh dini.

Kepolisian setempat menduga wanita berinisial DA itu menyebarkan paham radikal kepada suaminya Rabbial Muslim Siregar yang akhirnya meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Dugaan mencuat, istri Rabbial ditengarai lebih dahulu terpapar paham radikal. Bahkan, RD telah menjadi tamu rutin seorang Narapidana perkara terorisme yang mendekam di Lapas Kelas IIA Tanjung Gusta Medan.

Berdasarkan penelusuran, satu-satunya napi terorisme yang menghuni Lapas Perempuan itu adalah IPS alias I alias TS alias SBS (38).

Kalapas Kelas IIA Tanjung Gusta, Surta Duma Sihombing mengkonfirmasi hal itu. Saat ini terpidana tersebut masih mendekam dalam sel penjara di sana. “Orangnya ada, tapi nggak boleh juga kami ngomong atau infokan apapun juga. Harus Densus,” katanya, Kamis (14/11).

Hanya saja, dia enggan berkomentar ihwal komunikasi I dengan DA. Dia mengaku tak tahu apa-apa terkait hal itu. Dia berdalih, tak bisa membicarakan hal itu karena I masih di bawah naungan Densus 88. “Saya nggak tahu apa-apa. Tanya langsung Densus 88,” ujarnya.

Begitupun, menurut Surta, I masih berada di Lapas Kelas IIA Tanjung Gusta. Belum ada petugas Densus 88 Antiteror yang menjemput atau memeriksanya pascaledakan di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).

I sendiri dipidana setelah ditangkap terkait rencana bom bunuh diri di Istana Negara pada 2016 lalu. Dia bahkan disebut sudah disiapkan sebagai calon eksekutor atau “pengantin” dalam rencana bom bunuh diri di Bali.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 2017 menghukum I dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

I lalu dipindahkan dari Rutan Mako Brimob, Depok beberapa tahun lalu. “Di Medan dikasih (setelah kasus) Mako Brimob yang masalah dulu, dikirim kemari. Satu orang saja,” jawabnya.

Sebelumnya, Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, DA diduga lebih dulu terpapar radikalisme. “Patut diduga DA terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,” kata Dedi kepada wartawan di Mako Brimob Kelapa 2 Depok, Kamis (14/11).

Dedi mengatakan Direktorat Siber Bareskrim Polri mendeteksi adanya komunikasi antara DA dengan salah satu narapidana teroris yang sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Medan. Mereka berkomunikasi di media sosial.

Selain itu, DA juga sering bertemu secara langsung dengan I di Lapas tersebut.“Napiter atas nama I yang saat ini sedang menjalani proses hukum di Lapas. Si Istri sering mendatangi berkunjung ke Lapas,” ungkapnya. (Far/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Gempa Bumi 8,5 SR Berpotensi terjadi di Lombok Selatan

Nethy Dharma Somba

Mbak Tutut: FPI Punya Peran Besar Bagi Bangsa Indonesia

hamim

Wamena Siaga Satu, Kapolda : Anggota Jangan Lengah, Mereka Cari Senjata !

Syaiful

Leave a Comment