Pospapua.com
Ilustrasi transportasi online(Shutterstock)
Ekonomi

Internet Blackout, Jasa Transportasi Online di Jayapura Terganggu

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak tujuh hari lalu berdampak pada jasa transportasi online di Jayapura.

Seperti yang dikeluhkan Harly Randa, salah satu supir taksi online (Grap) di Jayapura, Minggu (25/8). Harly mengaku tidak mendapatkan penghasilan sejak layanan data terputus. “Sudah seminggu ini tidak ada trip satu pun yang masuk. Saya sesalkan juga kebijakan pemerintah yang merugikan banyak orang,” kata Harly.

Menurut dia, meski jaringan data menggunakan layanan Telkom, melalui wifii, masih tersedia, hal tersebut tidak banyak berguna untuk mencari penumpang.”Koneksi internet melalui wifi memang bisa, namun tidak berguna bagi kami, apalagi akses wifi terbatas dan hanya pada titik tertentu saja,” ujar Harly.

Dia berharap jaringan data seluler bisa baik secepatnya agar pelayanan jasa transportasi online dapat berjalan normal. “Sistem operasional layanan yang kami berikan harus menggunakan internet. Maka kalau layanan data internet di perangkat seluler tidak ada, yah mau tidak mau berhenti sementara,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Erik, salah satu driver Ojek Online (Gojek) di Jayapura. Dia mengaku sudah sepekan tidak melayani pelanggan jasa transportasi online. “Sudah seminggu ini mas kami tidak cari penumpang karena tidak ada layanan data internet. Kami pasrah saja,” tuturnya.

Sebelum kebijakan pemblokiran internet diterapkan pemerintah, Erik bisa memperoleh pundi-pundi rupiah mencapai Rp 150 ribu dari hasil layanan transportasi online setiap harinya. “Lumayan setiap hari paling tidak dapat Rp 150 ribu, belum ditambah bonus. Namun saat ini Rp 1 rupiah pun kami tidak dapat,” katanya.

Erik berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo dapat segera mencabut kebijakan pemblokiran internet di Papua. “Saya pikir pemerintah dapat mempetimbangkan kebijakannya, karena Papua dalam kondisi aman dan kondusif,” akunya.

Sebelumnya, layanan data internet di Papua dan Papua Barat diblokir pasca rusuh. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pemblokiran layanan data untuk sementara waktu di kedua provinsi paling Timur Indonesia itu demi menjaga keamanan nasional. (Asi)

Baca Juga:

Aktivitas Bisnis Lumpuh, Pelaku Usaha Merugi

Syaiful

Jokowi Sindir Lahan Prabowo, BPN Sindir Balik Soal Reklamasi

hamim

Daya Saing Migas, Indonesia Peringkat 25 dari 131 Negara

hamim

Leave a Comment