Pospapua.com
Ilustrasi (foto : istimewa)
Nasional

Internet di Papua Diblokir Pemerintah, Alasannya Demi Keamanan Negara

Oleh: Eko P |

Pospapua.com, Jakarta – Layanan data internet di Papua dan Papua Barat diblokir pasca rusuh.  Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pemblokiran layanan data untuk sementara waktu di kedua provinsi paling Timur Indonesia itu demi menjaga keamanan nasional.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri mengatakan, pemblokiran internet di Papua juga bertujuan untuk mencegah beredarnya kabar hoaks yang membuat situasi tidak kondusif.

“Itu merupakan strategi Kemkominfo bersama stakeholder lain untuk menjaga keamanan,” kata Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/8).

Menurut dia, pertimbangan pemblokiran layanan data dimaksudkan agar mencegah penyebaran hoaks dan provokasi melalui media sosial. “Sehingga tidak mudah orang-orang yang punya niat tidak baik menyebarkan berita hoaks, hasutan melalui media sosial,” katanya.

Polisi menduga demonstrasi berujung ricuh di sejumlah daerah di Papua Barat dan Papua, pekan ini, karena warga tersulut emosi lantaran melihat video bernuansa provokasi yang tersebar di media sosial.

Awalnya demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). Sejumlah jalan diblokir mahasiswa dan masyarakat dengan cara membakar ban kendaraan. Mereka juga merusak sejumlah fasilitas umum serta membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Di Jayapura, Papua, massa turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Kemudian unjuk rasa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, yang berujung pada perusakan fasilitas publik. Dalah satunya perusakan kaca di Bandara Domine Eduard Osok.

Selanjutnya terjadi aksi massa di Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (21/8) yang berujung pada pembakaran sebuah pasar. Aksi massa juga terjadi di Timika, Papua, yang berujung massa melempari batu ke Gedung DPRD Mimika.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa memprotes tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan oleh organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap para mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur,  Sabtu 17 Agustus lalu.  (EP/Asi)

Baca Juga:

Tarif Listrik Naik? Ini Jawaban Menteri Ignasius Jonan

Nethy Dharma Somba

Kemenag Akan Bentuk Tiga Dirjen Pendidikan Islam

Firman

Mabes Polri Telusuri Lima Akun Medsos Provokator Rusuh Papua

Syaiful

Leave a Comment