Pospapua.com
Presiden Jokowi (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh pada HUT ke-8 dan penutupan Kongres Partai Nasdem di Jakarta, Senin (11/11). (Foto: Antara/ Indrianto Suwarso)
Headline Politik

Ingin Peluk Jokowi Seerat Sohibul, Paloh: Tapi Tidak Bisa

Oleh: Azhar AP |

Pospapua.com, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, akhirnya bisa memeluk Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri Puncak Peringatan HUT Ke-8 Partai NasDem.

Paloh sempat membalas candaan Presiden Joko Widodo yang merasa tidak pernah dipeluk seerat pelukan dia kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Menurut dia, sebenarnya dia sangat ingin memeluk erat Jokowi seerat dia memeluk Sohibul Iman, tapi tidak bisa.

“Ingin saya peluk lebih erat, tapi tidak bisa,” kata dia, disambut tepuk tangan ribuan tamu undangan saat perayaan HUT ke-8 Partai NasDem di arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Senin malam (11/10).

Sebelumnya, saat menghadiri HUT Partai Golkar, Jokowi menyampaikan candaan bahwa dia tidak pernah dipeluk seerat pelukan Paloh kepada Iman itu. Hal tersebut dilontarkan pasca pertemuan resmi antara Paloh dengan sejumlah petinggi PKS di Kantor DPP PKS, di Jakarta Selatan.

Saat menghadiri Puncak Peringatan HUT Ke-8 Partai NasDem itu, Jokowi menyebutkan rangkulan antara Paloh dengan Iman hanya masalah kecemburuan. “Karena saya tidak pernah dirangkul seerat itu. Maka, setelah sambutan ini saya akan lebih erat memeluk Bang Surya dibandingkan pelukan dengan Sohibul Iman,” kata Jokowi

Usai sambutan, Jokowi pun memeluk Paloh. Pelukan ini dua kali dilakukan kedua tokoh itu. Sebelumnya, usai Paloh memberikan sambutannya, keduanya juga berpelukan.

Keduanya pun terlihat tersenyum. Begitu pun dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Jokowi menegaskan tidak ada yang salah dengan rangkulan yang dilakukan Surya Paloh dan Sohibul Iman.

“Rangkulan itu apa yang salah. Itu bagus. Tetapi itu sekali lagi, kembali lagi pada niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen kenegaraan apa yang salah. Kalau rangkulan itu untuk komitmen kebangsaan, sangat bagus sekali yang ditunjukkan Bang Surya. Kalau rangkulan itu untuk komitmen persaudaraan, untuk komitmen persatuan, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, apa yang keliru, apa yang salah. Itu bagus, bener ndak ? Betul ndak?,” kata Jokowi.

Menurut dia, candaan yang dilakukan kepada Paloh merupakan hal yang biasa, sehingga tidak perlu ditanggapi lebih luas.

“Candaan seorang sahabat yang sudah dekat, itu biasa. Jangan ditanggapi ke sana ke sini. Ada yang curiga, ada yang sinis, ada yang gak percaya. Apanya yang salah. Apalagi tadi sudah disampaikan juga Bang Surya, betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati. Coba, sahabat sejati saya, yang paling saya sayangi, beliau sampaikan,” kata Jokowi. (Aza/Asi/Ant/INI Network)

Baca Juga:

Capres Prabowo Subianto hanya Sehari Bersilaturahmi di Brunei Darussalam

Nethy Dharma Somba

Ibu Ani dalam Kenangan Menantu, Anisa Yudhoyono

Nethy Dharma Somba

Fakta Menarik di Balik Film Spider-Man: Far From Home

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment